Menurut Gembong, dirinya telah mengingatkan bahwa penggunaan anggaran harus tepat sasaran namun dengan cara yang cermat. Namun, singgung dia, cara Anies yang hendak menggelontorkan dana APBD untuk diserahkan kepada ormas tidak tepat.
"Karena gini, kalau itu anggaran dikasih sama orang yang enggak tahu kan jadinya rawan," ucap Gembong.

Ia mengatakan, penggunaan anggaran pengadaan barang dan jasa memang bisa dikelola masyarakat. Namun, Jakarta memiliki kultur yang berbeda dengan daerah pelosok lain yang memang masih tertinggal.
Seharusnya, sambung Gembong, Anies cukup melibatkan masyarakat dalam segi perencanaan penataan kampung-kampung kumuh di DKI. Dia mengritik cara Anies yang justru membagi-bagikan uang ke ormas untuk mengelola.