nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bantah Terjadi Penculikan Aktivis Mahasiswa

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 22:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 04 519 2051600 polisi-bantah-terjadi-penculikan-aktivis-mahasiswa-HrzGbi7lNO.jpg Ilustrasi Penculikan (Foto: Okezone)

KOTA MALANG - Polisi masih terus dalami tindakan vandalisme yang dilakukan massa kaos hitam pasca aksi Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2019 lalu. Namun di tengah penyelidikan tersebut, muncul isu ada 2 mahasiswa yang ikut berdemo diculik dan ditangkap aparat keamanan.

Isu penculikan mahasiswa sendiri ini menyebar secara berantai di media sosial sejak Jumat malam hingga Sabtu di beberapa kampus termasuk Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB), dimana 2 orang tersebut menuntut ilmu.

Dua orang mahasiswa yakni I Gusti Putu Devara Gian Mahendra (21) mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta dan Ahmad Kevin Al Firdaus (22), mahasiswa jurusan Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) asal Lampung, yang sempat diisukan diculik akhirnya memberikan keterangan, bahwa dirinya hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca Juga: Balita 3 Tahun di Bekasi Diculik saat Bermain, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Culik

Bersama perwakilan perguruan tinggi kedua kampus yakni Wakil Dekan III Sastra UM Dr Yusuf Hanafi, Kepala Jurusan Antropologi Seni Budaya UB Hipolitus K, dan sejumlah komunitas aktivis peduli Malang melakukan pertemuan klarifikasi di Polres Malang Kota, Sabtu (4/5/2019).

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menegaskan, tidak ada penculikan aktivis terkait vandalisme pasca peringatan Hari Buruh Internasional.

Menurutnya, penyidik hanya bertugas memintai keterangan saksi terkait vandalisme saat May Day. Kejahatan Vandalisme sebut dia, masuk pasal 488 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Kami jemput mahasiswa tersebut untuk memintai keterangan sebagai saksi dengan diperlakukan humanis. Yang bersangkutan juga kembali kami pulangkan dan kami minta beristirahat di kos mereka," ujarnya.

Di sisi lain, mahasiswa bernama Devara mengklafirikasi di hadapan hadirin soal penangkapan dirinya yang viral di media sosial. Bahwa dirinya juga bersedia untuk diperiksa polisi untuk membantu memberikan keterangan.

"Saya berterima kasih kepada polisi, dan tidak benar sebagaimana yang viral bahwa ada penculikan," paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Kevin, bahwa saat ia diamankan polisi telah terjadi kesalahpahaman lantaran usai diamankan polisi ia tak sempat memegangi handphone, karena dimintai keterangan. Dirinya pun kaget saat rekan-rekan aktivis menyebutnya hilang.

"Saya juga kaget setelah dikabarkan diculik polisi. Tidak ada penculikan, saya pribadi memohon maaf kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang dirugikan terkait perkara ini," tegasnya.

Sebagai informasi isu penculikan kedua mahasiswa ini santer tersebar pasca tindakan vandalisme yang dilakukan sekelompok orang usai peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Malang.

Kebetulan 2 orang mahasiswa ini saat terjadi aksi sedang berjalan bersama komunitas tersebut. Devara merupakan orang yang merekam video vandalisme dan menggunggahnya di akun Twitter miliknya.

Sementara Kevin yang satu aliansi dengan Devara tengah berjalan menuju Alun - Alun Kota Malang untuk mengambil kendaraannya, setelah aksi Hari Buruh Internasional.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini