nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota Sorong Sudah Kondusif Pasca-Rusuh, Polisi Buru Pelaku Kerusuhan & Pembunuhan

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 23:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 24 340 2070380 kota-sorong-sudah-kondusif-pasca-rusuh-polisi-buru-pelaku-kerusuhan-pembunuhan-eSXhE5DxHa.jpg Suasana Kota Sorong pasca-rusuh (Foto: Chanry)

SORONG - Sekelompok massa melakukan pengrusakan terhadap sejumlah mobil, dan membakar dua unit sepeda motor, dan merusak sebuah warung makan yang berada di Jalan Yos Sudarso tepatnya di halte Doom, Kota Sorong, Papua Barat, Minggu (23/6/2019), sekitar pukul 11.30 WIT. Selain di halte Doom, massa juga melakukan pemalangan di seputaran Sorpus.

Tidak hanya melakukan pengrusakan, massa juga melakukan blokade jalan dengan cara membakar ban dan seng di Halte Doom. Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky Kristanto Abadi menjelaskan penyebab adanya aksi pengrusakan dan blokade jalan yang terjadi di Halte Doom dan Sorpus.

Hengky mengatakan, pengrusakan yang dilakukan oleh massa tersebut ditengarai akibat salah satu kerabat mereka yang bernama Simon Hara ditemukan dalam keadaan tewas di Puncak Bahari, Kampung Baru, Kota Sorong, sekitar pukul 19.30 WIT, Minggu 23 Juni.

(Baca Juga: Massa Blokir Jalanan & Lakukan Pembakaran, Kota Sorong Mencekam)

“Simon ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah seminggu tidak pulang ke rumah. Simon terakhir terlihat pada hari Senin 17 Juni. Saat ditemukan kondisinya sudah berair dan membusuk, diperkirakan meninggalnya sudah tiga hari yang lalu,” kata Hengky diruang kerjanya, Senin (24/06/2019).

Dijelaskan Hengky, menurut keterangan para saksi, korban terakhir kali terlihat pada hari Senin 17 Juni. Saat itu korban sedang terlibat perkelahian dengan seorang pria bernama BR.

“Awalnya pelaku BR terlibat perkelahian dengan adik korban. Karena tidak terima, Kakak korban, kembali bertengkar dengan BR,” tutur Hengky.

Kondisi Kota Sorong

Dalam perkelahian tersebut, Simon, BR, dan adik korban sempat kejar-kejaran sampai ke Puncak Bahari. Di situlah korban tidak pernah terlihat lagi sampai akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku itulah yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia, mengingat ada beberapa bekas-bekas benda tumpul pada tubuh korban," jelasnya.

Wakapolres juga mengakui kalau BR sudah menyerahkan diri ke Polsek Abe, dan dua Anggota Polres Sorong Kota telah diberangkatkan ke sana untuk menjemput terduga pelaku.

“Untuk pengembangan kasus ini sudah menemui titik terang, kita dibantu oleh Polsek Abe Polda Ppapua, tim kami sudah berangkat kesna untuk menemput pelaku,” tutup Hengky.

Situasi kota Sorong pasca kejadian hingga saat ini kondusif, aparat keamanan masih terus disiagakan untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini