nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eropa Desak Iran Tdak Keluar dari Perjanjian Nuklir

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 11:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 27 18 2071515 eropa-desak-iran-tdak-keluar-dari-perjanjian-nuklir-ASJCvYUz1K.jpg Lokasi reaktor nulir Iran. Foto/Sputnik

PARIS - Eropa pada Rabu (26/6), mendesak Iran untuk tetap melanjutkan komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir 2015 dan tidak mengesampingkan hal itu untuk membalas pemberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi Amerika.

"Saat ini mungkin merupakan titik kritis bagi masa depan JCPOA,’’ ujar Duta Besar Uni Eropa Untuk PBB Joao Vale de Almeida.

"Meskipun demikian harus diingat bahwa JCPOA merupakan perjanjian nuklir yang sempat berjalan dan mencapai tujuan-tujuannya. Tidak ada alternatif yang kredibel dan damai,’’ tegasnya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang meninjau implementasi perjanjian itu.

Ditambahkannya, Uni Eropa bersama dengan mitra-mitra komunitas internasional lainnya akan terus bekerja "tanpa henti’’ untuk mempertahankan kesepakatan selama Iran mematuhi komitmennya.

Eropa telah mengupayakan hal ini selama lebih dari satu tahun, pertama dengan berupaya meyakinkan Presiden Amerika Donald Trump untuk tidak menarik diri dari perjanjian itu, dan hal itu gagal. Dan kini berupaya membuat Iran tetap mematuhi perjanjian tersebut.

BacaTeheran: Serangan Siber AS Terhadap Iran Telah Gagal

BacaDonald Trump: Amerika Serikat Tidak Ingin Berperang dengan Iran

Tetapi Iran mengeluhkan penarikan diri dan pemberlakuan kembali sanksi-sanksi ekonomi secara unilateral, yang merugikan perekonomian negar itu.

Iran pada 8 Mei lalu mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan terus menerus berkomitmen untuk menghormati syarat-syarat kesepakatan tentang program cadangan uranium dan cadangan air berat yang diperkaya.

Duta Besar Iran Untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan JCPOA "kini berada dalam titik kritis’’ dan bahwa langkah-langkah yang telah diumumkan Iran merupakan "langkah minimum’’ yang dapat diambil dalam menghadapi tindakan Amerika.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini