nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencuri HP untuk Berobat, Driver Ojek Online Terancam 5 Tahun Bui

Kamis 08 Agustus 2019 23:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 08 244 2089554 mencuri-hp-untuk-berobat-driver-ojek-online-terancam-5-tahun-bui-8TyNsyMu6L.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SINGARAJA - Seorang driver ojek online, Ariansyah alias Ari (29) warga Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja, terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, Ari nekat mencuri HP milik Martina Widyastuti. Mirisnya, aksi itu dilakukan karena terdesak biaya berobat di rumah sakit.

Kapolsek Kota Singaraja AKP I Gusti Ngurah Yudistira mengatakan, kasus ini berawal ketika korban Martina melaporkan kehilangan HP miliknya pada 16 Juli 2019 sekitar pukul 17.30 Wita. Korban menaruh HP tersebut di atas meja ruang tamu rumahnya.

Setelah ditinggal beberapa menit, korban terkejut tidak menemukan HP kesayangannya itu. Sempat berusaha mencari, namun tetap saja tidak ditemukan. Merasa kehilangan, Martina melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota Singaraja.

Dari hasil penyelidikan, polisi mendapatkan bukti HP korban diambil oleh tersangka Ari. Ini dikuatkan dengan keterangan saksi yang tidak sengaja menggadai HP milik korban. Setelah dicocokkan, ternyata korban mengenali HP tersebut adalah miliknya. Dari petunjuk itu, polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya tanpa perlawanan. Saat diperiksa, tersangka Ari mengakui telah mencuri HP korban.

 Pencurian

Polisi juga mendapatkan keterangan bahwa tersangka Ari juga menggunakan narkoba. Ketika diperiksa lebih intensif, ia membantah kalau HP curiannya itu akan dijual untuk membeli narkoba. Sebaliknya, HP itu dijual untuk biaya berobat di rumah sakit. Polisi yang belum puas lalu melakukan tes urine.

“Tersangka sempat mengaku menggunakan narkoba dan hasil tes urinenya negatif. Mengapa mencuri, yang bersangkutan mengaku terdesak biaya berobat di rumah sakit,” jelas Yudistira, seperti dilansir Balipost.

Sementara itu, tersangka Ari mengaku mengambil HP korban dengan mudah. Saat itu dia bermaksud datang ke rumah korban untuk meminta bantuan biaya berobat. Ari tidak menemukan tuan rumah. Saat masuk ke dalam rumah, dirinya menemukan HP korban dan langsung diambil. Setelah itu, HP digadaikan kepada temannya sesama driver ojek online Rp 500.000.

Meski telah menyesali perbuatannya, Ari terpaksa harus berurusan dengan polisi. Dia dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Saat ini tersangka bersama barang bukti HP dan sepeda motor yang digunakan saat mengantar HP yang digadaikan kepada rekannya diamankan untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut.

 Penjara

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini