Selama ini, sambung dia, operasi ODOL sering dilakukan di KM 88 dan KM 120 Cipulang. Pihaknya melansir, sepanjang 2019 ini sudah ada sedikitnya 2.200 unit kendaraan yang terjaring operasi ODOL ini.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.350 unit atau 71 persennya terbukti melanggar. Karena, saat diperiksa, kendaraan ini dinyatakan kelebihan muatan.
"Jumlah pelanggar ini, merupakan akumulasi dari mulai Januari hingga Agustus kemarin," tambah dia.

Dia menambahkan, sejauh ini jajarannya telah berupaya guna meminimalisasi angka kecelakaan ini. Salah satunya, dengan memperbanyak rambu-rambu, CCTV, termasuk memasang spanduk imbauan.
Ke depan, Jasa Marga juga berencana membangun lajur tambahan. Terutama di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan. Untuk jalur tambahan ini, masih dikaji. Yang sudah tergambar, itu di sekitar KM 97.
"Nanti lokasinya di atas KM 97 atau di bawahnya, itu masih dikaji," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.