Kini, Suryadi bersama warga lainnya harus rela untuk berlindung dari panas dan hujan di penampungan pengungsi. "Saya pasrah mas," ucapnya lirih.
Berbeda dengan korban kebakaran lainnya, Adi bersama keluarganya lebih memilih tinggal di kosan ketimbang tinggal di penampungan pengungsian yang disediakan kecamatan setempat.
"Saya mau nyari kontrakan saja," tuturnya.
Adi mengaku lebih memilih tidak tinggal bersama korban kebakaran lainnya lantaran memiliki anak yang masih balita. Nasib yang dialami Adi tak jauh beda dengan Suryadi, saat kejadian anak dan istrinya sedang tak ada di rumah, tapi di tempat neneknya di kawasan Pademangan.
Harta benda Adi pun lenyap, yang bisa diselamatkan hanya barang-barang keperluan buah hatinya.
Ketua RW 07, Kelurahan Maphar, Abdullah mengatakan, jumlah korban kebakaran tercatat ada sekira 800 jiwa yang telah kehilangan tempat tinggalnya. Para korban kebakaran di Kelurahan Maphar dan Kelurahan Taman Sari diungsikan di tiga lokasi, yakni di Jalan Kebon Jeruk XIII di RPTRA Matahari dan di Jalan Rata, Maphar.
"Selain itu, ada juga mereka yang mengungsi ke rumah saudara atau kerabatnya," tuturnya.
Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat menyebutkan, penyebab kebakaran karena anak kecil bermain korek api dan mengenai kasur. Api bersumber dari salah satu rumah Jalan Kebon Jeruk 13 Nomor 42 RT 004/07, dan menyebar ke RT 001, 002, 003 dan 004/07 Kelurahan Maphar dan RT 012/05 Kelurahan Taman Sari.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.