Ungkit Teori "Birther", Trump Sebut Kamala Harris Tak Penuhi Syarat Jadi Cawapres

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 14 Agustus 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 18 2262179 ungkit-teori-birther-trump-sebut-kamala-harris-tak-penuhi-syarat-jadi-cawapres-abBhKwOZg7.jpg Kamala Harris. (Foto: Getty Images)

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan dia mendengar bahwa pasangan calon presiden Partai Demokrat, Kamal Harris “tidak memenuhi syarat” untuk menjabat sebagai wakil presiden Amerika Serikat (AS). Pernyataan Trump itu memperkuat teori tak populer yang oleh kritik dikecam sebagai “rasis”.

Harris yang lahir di Oakland, California pada 20 Oktober 1964 dari ayah warga Jamaika dan ibu India adalah seorang senator yang dipilih calon presiden Demokrat, Joe Biden sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden November 2020.

Namun, seorang profesor hukum konservatif mempertanyakan kelayakan Harris untuk maju sebagai cawapres Partai Demokrat.

Pertanyaan seputar kelayakan Harris berawal dari cuitan kepala kelompok konservatif Judicial Watch, Tom Fitton.

BACA JUGA: Joe Biden Pilih Kamala Harris Sebagai Calon Wapresnya

Dalam cuitan yang di retweet oleh Penasihat Kampanye Trump Jenna Ellis, Fitton mempertanyakan apakah Harris "tidak memenuhi syarat untuk menjadi Wakil Presiden di bawah 'Klausul Kewarganegaraan' Konstitusi AS". Fitton membagikan kolom opini di majalah Newsweek yang ditulis John Eastman, seorang profesor hukum di Universitas Chapman di California.

Argumen Prof Eastman bergantung pada gagasan bahwa Harris mungkin tidak tunduk pada yurisdiksi AS jika orang tuanya, misalnya, menggunakan visa pelajar pada saat putri mereka lahir di California.

Pada konferensi pers hari Kamis, Trump ditanya tentang argumen terhadap Harris tersebut.

"Saya baru mendengar hari ini bahwa dia tidak memenuhi persyaratan dan ngomong-ngomong, pengacara yang menulis artikel itu adalah pengacara yang sangat berkualifikasi, sangat berbakat,” kata Trump sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Tampil Bersama untuk Pertama Kali, Biden dan Harris Langsung Serang Trump

"Saya tidak tahu apakah itu benar. Saya akan berasumsi bahwa Demokrat akan memeriksanya sebelum dia dipilih untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

"Tapi itu sangat serius, maksudmu, mereka bilang dia tidak memenuhi syarat karena dia tidak lahir di negara ini."

Tidak ada keraguan bahwa Harris lahir di AS, hanya saja orangtuanya mungkin bukan penduduk tetap AS saat dia lahir.

Isu kelayakan Harris dibantah oleh Dekan Sekolah Hukum Berkeley, Erwin Chemerinsky, yang menulis dalam email bahwa "Berdasarkan bagian 1 dari Amandemen ke-14, siapa pun yang lahir di Amerika Serikat adalah warga negara Amerika Serikat.

"Mahkamah Agung telah menegakkan ini sejak tahun 1890-an. Kamala Harris lahir di Amerika Serikat," tulisnya sebagaimana dikutip BBC.

Sebelumnya pada 2011, Trump mulai mengemukakan teori “birther” yang menuding bahwa Presiden Barack Obama mungkin lahir di Kenya. Bahkan ketika Obama menunjukkan salinan akta kelahirannya pada April tahun itu yang menunjukkan bahwa dia lahir di Hawaii, Trump terus mengklaim itu sebagai "palsu".

Namun, saat ditanya mengenai masalah itu pada konferensi pers September 2016, Trump, yang saat itu adalah kandidat presiden dari Partai Republik, mengatakan bahwa sudah tidak ada keraguan atas kelayakan Obama.

“Saya menyelesaikannya. Presiden Obama lahir di Amerika Serikat. Titik."

Trump juga berargumen pada 2016 bahwa saingannya dari Partai Republik, Ted Cruz, tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden karena ia lahir di Kanada dari seorang ibu warga negara AS dan ayah kelahiran Kuba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini