Arab Saudi Tegaskan Komitmen Dukung Negara Palestina Merdeka

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 17 September 2020 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 18 2279507 arab-saudi-tegaskan-komitmen-dukung-negara-palestina-merdeka-OobSXwAyv4.jpg Foto: Middle East Affairs.

RIYADH - Arab Saudi kembali menegaskan kembali komitmennya untuk "mendukung rakyat Palestina," dengan mengatakan pihaknya menolak setiap ancaman terhadap kedaulatan dan integritas negara-negara Arab.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir SPA, Kabinet Saudi mengatakan "mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina yang memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya."

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Tandatangani Normalisasi Hubungan dengan Israel di Gedung Putih

Pernyataan itu disampaikan setelah dua negara Teluk, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS). Langkah UEA dan Bahrain itu dipandang pihak Palestina sebagai sebuah pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Berbicara setelah penandatanganan perjanjian tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ada enam negara lain yang akan mengikuti UEA dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

BACA JUGA: UEA dan Bahrain Resmi Akui Israel, Trump: 6 Negara Lain Segera Menyusul

"Kami memiliki banyak negara lain yang akan bergabung dengan kami, dan mereka akan segera bergabung dengan kami," kata Trump beberapa jam setelah penandatanganan perjanjian.

Salah satu negara itu, menurut Trump, adalah Arab Saudi. Kepada wartawan, Trump mengatakan bahwa Kerajaan akan menyepakati perjanjian dengan Israel pada "waktu yang tepat".

Secara tradisional, Arab Saudi bersikap menolak langkah untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sampai Negara Zionis itu menyetujui pembentukan negara Palestina merdeka.

Pada 2002, mendiang Raja Abdullah menawarkan normalisasi penuh kepada Israel sebagai imbalan atas kenegaraan Palestina dalam sebuah kesepakatan yang dikenal sebagai Prakarsa Perdamaian Arab.Namun, tawaran perdamaian tersebut tidak pernah diterima oleh Israel.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini