Tanah Makam Longsor di Kali Pepe, Batu Nisan & Kain Kafan Hanyut

Bramantyo (Okezone), Okezone · Selasa 23 Februari 2021 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 512 2367093 tanah-makam-longsor-di-kali-pepe-batu-nisan-kain-kafan-hanyut-2NkmzcoDeV.jpg Pemakaman umum di Kali Pepe mengalami longsor (Foto: Bramantyo)

KARANGANYAR - Pemakaman umum di pinggiran Kali Pepe, Dusun Bendungan, Klodran, Colomadu, Karanganyar, mengalami longsor.

Akibatnya, puluhan nisan sempat hanyut. Bahkan, kain kafan dari jenazah yang telah meninggal dunia pun terlihat di bibir dinding tanah bekas longsoran.

Pantauan MNC Portal Indonesia, Selasa (23/2/2021), letak pemakaman umum ini sangat dekat dengan bibir kali. Bahkan dari pemakaman ini, Bendungan Kali Pepe terlihat dari lokasi.

Juru Kunci TPU Dusun Bendungan Endang Anggoro Bangun mengatakan, longsornya tanah pemakaman umum ini tidak hanya terjadi kali ini saja.

Dia melanjutkan bahwa peristiwa longsornya makam sudah terjadi sejak tahun 2018. Areal pemakaman longsor diduga akibat pengerukan tanah normalisasi Kali Pepe, termasuk memapras tebing di areal pemakaman.

Baca juga: Hujan Lebat Diperkirakan Guyur 3 Wilayah di Yogyakarta, Waspada Longsor

Alhasil, tanah tebing yang menjadi tempat pemakaman umum itu pun perlahan terkikis sehingga mengakibatkan longsor.

Baca juga: Per Hari Ada 100 Jenazah Dimakamkan dengan Prokes Covid-19, Pemprov DKI: Jaga Kesehatan!

"Dulu pohon bambu untuk menahan tanah biar tidak longsor banyak. Tapi ini sudah dikeruk semua, bekasnya juga masih ada. Kemudian kena banjir, itulah awal longsor. Tapi sekarang walaupun banjir besar air tidak sampai makam. Tapi justru airnya berasal dari makam ini yang mengikis tanah," ujar Bangun.

Ia menambahkan, sebanyak 10 makam yang berada di bibir tebing runtuh ke bawah hingga akhirnya tertimbun di pinggir kali Pepe.

Bangun mengaku tak tahu apakah tulang belulang dari makam ikut terkena longsor. Namun, kain kafan dari jenazah banyak tersangkut di akar pohon.

"Saya tidak tahu apakah tengkorak dan tulang belulang orang yang sudah meninggal ada ditimbunan tanah atau tidak. Yang jelas, kain kafan banyak tersangkut di akar pohon dan tanah tebing," ujarnya.

Bangun memperkirakan, saat ini terdapat 25 makam yang terancam longsor. Pengelola pemakaman telah menghubungi pihakn keluarga untuk dipindahkan.

"Ada yang ahli waris bisa dihubungi, namun karena tidak memiliki biaya untuk memindahkan makam sebesar Rp3 juta hanya bisa pasrah," tuturnya.

Ia merangkan, Bupati Karanganyar Juliyatmono juga sudah meninjau lokasi makam yang terdampak longsor tersebut. Namun sejauh ini belum ada tindak lanjutnya.

"Kalau ditinjau sudah sering, Bupati juga sudah ke sini. Tapi, ya, itu tidak ada tindak lanjutnya," pungkasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini