Dihantam Serangan Udara, Hamas Tembakkan 250 Roket ke Israel

Agregasi VOA, · Rabu 12 Mei 2021 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 18 2409412 dihantam-serangan-udara-hamas-tembakkan-250-roket-ke-israel-CA7WelBfTP.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

TEL AVIVIsrael pada Selasa (11/5/2021) pagi, melancarkan lebih banyak serangan udara terhadap Gaza, menghantam rumah loteng seorang komandan lapangan Hamas. Sebaliknya, militan Hamas menembakkan lebih dari 250 rudal ke Israel, menewaskan dua perempuan, korban pertama Israel dalam kekerasan ini.

Sekurangnya 28 warga Palestina, termasuk sembilan anak, dilaporkan tewas di Gaza.

Dengan kematian di Israel, bersama 10 orang yang mengalami luka-luka, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan para pejabat telah memutuskan untuk "meningkatkan baik kekuatan maupun serangan" di Jalur Gaza terhadap kelompok militan Hamas dan Jihad Islamis.

BACA JUGA: Sibuk Lancarkan Serangan ke Gaza, Kota Israel Dilanda Perang Saudara

"Hamas sekarang akan mendapat hantaman yang tidak diperkirakannya," kata Netanyahu.

Hamas pada Senin (10/5/2021) menembakkan beberapa roket beberapa menit setelah batas waktu jam 6 sore, yang diberikannya kepada Israel untuk menarik pasukan keamanannya dari kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. Bentrokan sering terjadi dalam beberapa hari terakhir di kompleks itu, yang oleh orang-orang Yahudi dianggap sebagai tempat suci mereka dan oleh Muslim dianggap sebagai lokasi suci ketiga.

BACA JUGA: Diserang Israel, Gaza Hancur Porak-poranda

Sementara ketegangan dan bentrokan bersenjata meningkat, militer Israel mengatakan akan mengirim pasukan bala bantuan ke perbatasan Gaza dan mengerahkan 5.000 tentara cadangan.

Selama beberapa dekade terakhir, pertempuran antara Israel dan Hamas, kelompok yang menguasai Gaza, terkadang berlangsung selama beberapa hari. Tapi sekarang, Netanyahu memperingatkan, pertempuran bisa terus berlanjut. Seorang juru bicara militer Israel pada Selasa mengatakan kepada wartawan bahwa militer dalam "tahap awal" serangan terhadap sasaran Gaza.

Lebih dari 700 warga Palestina terluka dalam pertempuran di kota Yerusalem yang diperebutkan dan di seberang Tepi Barat. Ratusan penduduk di komunitas Arab di seluruh Israel melakukan protes semalam terhadap tindakan pasukan keamanan Israel baru-baru ini terhadap warga Palestina.

Netanyahu mengatakan Hamas sudah melampau batas dengan melakukan serangan roket. Tembakan ini diyakini sebagai yang pertama kalinya kelompok itu menembakkan roket ke arah Yerusalem sejak perang 2014.

“Israel akan merespon dengan sangat keras. Kami tidak akan menolerir serangan terhadap wilayah kami, ibu kota, warga negara dan tentara kami. Siapapun yang menyerang kami akan membayar harga yang mahal, ” katanya.

Seorang Juru Bicara sayap militer Hamas, Abu Obeida, mengatakan serangan roket itu merupakan tanggapan atas apa yang disebutnya sebagai "kejahatan dan agresi" Israel di Yerusalem.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini