Lindungi Warga Palestina, Indonesia Usulkan Pembentukan Tim Internasional di Yerusalem

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 21 Mei 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 18 2413341 lindungi-warga-palestina-indonesia-usulkan-pembentukan-tim-internasional-di-yerusalem-l5116Mnys4.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA – Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk sebuah tim khusus di Yerusalem guna mencegah kejahatan dan pelanggaran oleh Israel, seperti yang terjadi baru-baru ini, kembali terulang.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Retno Marsudi saat menghadiri pertemuan khusus Majelis Umum PBB terkait isu Palestina di New York, Kamis (20/5/2021).

BACA JUGA: Hentikan Agresi Isral ke Palestina, Menlu Retno Desak Majelis Umum PBB Lakukan Tiga Hal

Di depan para menteri luar negeri negara-negara anggota yang hadir, Menlu RI mengusulkan langkah-langkah konkret untuk menghentikan pelanggaran yang terus menerus terjadi oleh Israel terhadap warga Palestina, dan mencegah tindakan itu kembali terjadi.

Salah satu hal yang diusulkan adalah pembentukan sebuah tim internasional di Yerusalem untuk mengawasi tindakan Israel terhadap warga Palestina.

“Indonesia mengusulkan agar Majelis Umum PBB dapat membentuk sebuah tim internasional (international presence), di Al-Quds atau Yerusalem. untuk mengawasi dan memastikan keselamatan rakyat di wilayah pendudukan, dan untuk melindungi status kompleks Al-Haram Al-Sharif, tempat suci untuk tiga agama,” kata Menlu RI dalam keterangan persnya, Jumat (21/5/2021), menggunakan nama Al Haram Al Sharif merujuk pada kompleks Al Aqsa.

BACA JUGA: Setelah 11 Hari Pertempuran, Gencatan Senjata Israel-Palestina Mulai Berlaku Hari Ini

Menlu RI juga menyerukan agar PBB mengambil tindakan guna menghentikan pembangunan pemukiman ilegal dan pengusiran warga Palestina di Yerusalem. Menurutnya, jika tindakan semena-mena Israel itu tidak dihentikan, maka perundingan damai antara untuk mencapai solusi dua negara tidak mungkin berlanjut.

“Jika pemukiman ilegal terus dilakukan, pengusiran warga Palestina terus berlanjut dari wilayah Yerusalem, maka isu Yerusalem yang harusnya dirundingkan menjadi tidak bisa dilakukan karena defacto telah dikuasai oleh Israel,” tegas Menlu Retno.

Pada Jumat, Israel dan Hamas telah menyepakati gencatan senjata setelah pertempuran selama 11 hari yang telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

Setidaknya 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, kehilangan nyawa akibat serangan Israel di Gaza. Sementara pihak Israel korban jiwa tercatat 12 orang, termasuk 2 anak-anak, tewas akibat gempuran roket Hamas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini