Wanita Ini Rela Bersepeda 16.000 Kilometer Demi Ikuti Kupu-kupu dari Meksiko hingga Kanada

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 31 Mei 2021 05:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 18 2417701 wanita-ini-rela-bersepeda-16-000-kilometer-demi-ikuti-kupu-kupu-dari-meksiko-hingga-kanada-bZ9t2BPVMD.jpg Wanita ini ikuti jalur migrasi kupu-kupu (Foto: Sara Dykman)

MEKSIKO - Bobot kupu-kupu raja kurang dari satu gram. Ukuran otaknya tak lebih besar dari kepala jarum. Tapi bagimana serangga ini bisa melakukan migrasi ribuan kilometer?

Mungkin inilah salah satu keajaiban alam: jutaan kupu-kupu raja bermigrasi dari kawasan Amerika Utara ke Meksiko pada musim gugur dan kembali ke utara pada musim semi.

Namun populasi serangga ini terus menurun.

Seorang perempuan, Sara Dykman, berusaha membantu kelestarian binatang ini dengan bersepeda mengikuti rute kupu-kupu, dari Meksiko ke Kanada dan kembali ke Meksiko sejauh 16.400 kilometer.

Sudah sejak lama Sara ingin menyampaikan pesan -- terutama kepada anak-anak -- tentang pentingnya melestarikan kupu-kupu raja.

"Kita bisa saja memaparkan fakta-fakta tentang kupu-kupu raja ini. Tapi orang akan dengan mudah melupakannya. Lain halnya jika [ceritanya disampaikan oleh] seseorang yang datang dari jauh, yang tidur di halaman rumah Anda dan melihat-lihat kebun Anda," kata Sara kepada BBC.

Agar pesannya akan diingat, maka ia memutuskan "untuk menjadi bagian dari pesan itu sendiri".

(Baca juga: Kebijakan Covid-19 Masih Ketat, Belum Banyak yang Umrah)

Pada 2017, ia menjadi orang pertama yang bersepeda melewati jalur migrasi kupu-kupu raja sejauh 16.417 kilometer dan pengalamannya ini ia kumpulkan dalam satu buku.

  • Perjalanan epik

Sara memulai perjalanannya dari Meksiko tengah. Di satu pegunungan, ia melihat ribuan kupu-kupu raja di dahan-dahan pohon.

Ada penjelasan mengapa kawasan pegunungan ini menjadi semacam koloni kupu-kupu raja.

"Letaknya sekitar 3.050 meter di atas permukaan laut. Kombinasi ideal karena suhunya tak terlalu panas maupun terlalu dingin," jelas Sara.

Kedatangan musim semi yang hangat menjadi pemicu bagi kupu-kupu raja untuk memulai perjalanan epik mereka.

Serangga ini bergerak ke utara, dengan terbang menyusuri Pegunungan Sierra Madre.

Begitu masuk ke wilayah Amerika Serikat (AS), kupu-kupu raja "tidak memakai jalur tunggal". Mereka menyebar ke wilayah yang sangat luas.

(Baca juga: Vietnam Temukan Varian Baru Virus Corona)

Sara mengikuti mereka dengan menggunakan rute berbasis data Google yang telah dipetakan oleh para peneliti.

Ia terpaksa harus melewati jalur-jalur off road agar tetap bisa mengikuti migrasi kupu-kupu.

Baginya, sepeda adalah moda transportasi yang sangat praktis.

"Bersepeda adalah medium kebahagiaan," ujarnya.

Perjalanan jauh mendorongnya untuk melakukan modifikasi atas sepeda yang ia pakai, agar bisa mengangkut makanan, air, dan tenda. Total bobot perlengkapan yang ia bawa sekitar 30 kilogram.

Dalam perjalanan ini ia banyak dibantu oleh orang-orang yang sama sekali tidak ia kenal.

Ia menginap di rumah mereka, mendirikan tenda di area pertanian maupun halaman gereja.

  • Menyampaikan pesan yang gampang dipahami

Selama perjalanan, Sara secara berkala berhenti dan menemui murid-murid sekolah.

Baginya, adalah penting bertemu dengan orang-orang yang bisa membantu melestarikan kupu-kupu raja.

Kepada mereka, Sara mengatakan perlu menanam perdu di halaman rumah sehingga kupu-kupu raja punya tempat singgah.

Tanaman bunga liar adalah sumber makanan sekaligus tempat bagi serangga ini untuk bertelur.

Sara mengatakan ada banyak manfaat dengan menyediakan rumah bagi kupu-kupu raja.

"Berawal dengan menyediakan tempat hidup bagi kupu-kupu raja, tapi kemudian Anda akan melihat binatang-binatang lain bermunculan: laba-laba dan kumbang," jelasnya.

Menurut Sara, diperlukan cara tersendiri untuk menyampaikan pesan pentingnya melestarikan lingkungan kepada anak-anak.

Dan pengalamannya berinteraksi dengan kupu-kupu raja, efektif untuk menyampaikan pesan ini.

Cara biasa, dengan menyampaikan bahwa kondisi bumi kita dalam kondisi krisis, akan sulit dipahami oleh murid-murid sekolah dasar.

Ia telah berbicara di depan tak kurang 9.000 murid-murid sekolah dan sampai sekarang ia masih rajin berkomunikasi dengan mereka melalui email.

"Saya mendapat kiriman [banyak] foto kupu-kupu ini ada di kebun mereka," ungkapnya.

Salah seorang di antaranya, yang ia temui pada 2017, sekarang membuat kebun di sekolahnya untuk mendukung kelangsungan hiduo kupu-kupu raja.

  • Keseimbangan

Untuk bisa mengikuti secara dekat migrasi kupu-kupu raja, Sara harus bersepeda sekitar 90 kilometer per hari.

Ini bukan tugas yang mudah, karena tentu saja memerlukan ketahanan fisik yang prima. Untuk menjaga kondisi fisik ini, ia istirahat satu hari setelah melakukan 10 hari perjalanan.

Perjalanan yang melelahkan ini mengajarinya banyak pelajaran.

"Saya sekarang menyadari bahwa [agar alam lestari] semua [komponennya] harus berjalan seimbang," ungkapnya. Namun keseimbangan ini mudah sekali terganggu.

Kupu-kupu raja misalnya. Untuk bisa tumbuh, terbang dan berkembang biak, memerlukan temperatur yang ideal.

Suhu ideal untuk terbang sekitar 13 derajat Celsius.

Pemanasan global bisa berdampak sangat signifikan terhadap kupu-kupu raja. Serangga ini berdarah dingin dan akan menyesuaikan dengan suhu lingkungan.

Serangga yang memulai perjalanan dari Meksiko, banyak yang mati begitu masuk wilayah Amerika Serikat.

Nah, keturunan dari kelompok yang mati ini bisa bertahan hidup antara dua hingga lima pekan berikutnya.

Itu berarti, hanya generasi ketiga, keempat dan kelima yang bisa mencapai Kanada dan kawasan Amerika Utara.

Kupu-kupu raja yang lahir di Kanada punya ukuran tubuh sedikit lebih besar dan punya usia hidup sekitar delapan bulan.

Kelompok yang lahir di AS dan Kanada pada musim gugur adalah kelompok yang terbang ke Meksiko selama musim dingin dan kembali terbang ke utara -- ke Texas -- pada musim semi untuk bertelur di kawasan itu.

"Luar biasa, bukan," ujarnya.

  • Kalah cepat dari kupu-kupu raja

Migrasi ke utara pada musim semi memberi kesempatan bagi kupu-kupu raja untuk bertelur, sementara migrasi ke selatan pada musim gugur untuk mendapatkan nektar dan lemak.

Perjalanan Sara dengan menggunakan sepeda mengikuti migrasi kupu-kupu raja dari Meksiko ke Kanada dan kembali lagi ke Meksiko memakan waktu 264 hari.

Selama periode ini, ia bersepeda sejauh 16.417 kilometer. Ketika ia kembali di Meksiko, ia sebenarnya tertinggal jauh karena kupu-kupu yang ia ikuti tiba satu bulan lebih cepat.

"[Jelas], saya lebih lamban dari kupu-kupu tapi lebih cepat dari ulat," terangnya.

Sebenarnya, bagi Sara, melakukan ekspedisi dengan bersepeda bukan hal baru.

Sebelumnya, ia pernah naik sepeda dari Amerika Selatan ke Amerika Utara sepanjang 130.000 kilometer.

Ia juga pernah berjalan kaki menyusuri Pegunungan Rocky dari Meksiko ke Kanada.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini