Share

Malaysia: 82.000 Anak-anak dan Bayi Kena Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 03 Juni 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 18 2419514 malaysia-82-000-anak-anak-dan-bayi-kena-covid-19-h50KwaT27M.JPG 82.000 anak-anak dan bayi terkena Covid-19 di Malaysia (Foto: Reuters)

MALAYSIA - Menteri Kesehatan Malaysia Dr Adham Baba mengatakan sebanyak 82.341 anak-anak dan bayi di seluruh negeri terkena Covid-19.

Dia mengatakan 19.851 kasus melibatkan anak-anak di bawah usia empat tahun. Lalu sebanyak 8.237 kasus melibatkan anak-anak berusia lima hingga enam tahun, 26.851 kasus melibatkan anak-anak berusia tujuh hingga 12 tahun dan 27.402 kasus melibatkan anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun.

Tingkat keparahan infeksi berkisar dari Kategori 1 sampai 3. “Tidak ada yang masuk di ICU,” katanya pada konferensi pers bersama pada Senin (31/5) tentang pengembangan latihan imunisasi negara dengan Menteri Koordinator Program Imunisasi Nasional Covid-19, Khairy Jamaluddin.

Menteri berpesan kepada orang tua dan wali untuk bertanggung jawab dalam melindungi kelompok ini dari penularan. Seperti tidak membawa anak ke tempat keramaian.

Dia mengatakan meski tidak ada ketentuan di bawah Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 (UU 342) yang memungkinkan sanksi dikeluarkan untuk orang tua yang membawa anak-anak mereka ke tempat-tempat seperti itu, namun investigasi dapat dilakukan nantinya.

(Baca juga: Kenakan Celana Panjang Ketat, Anggota Parlemen Tanzania Diusir dari Ruang Rapat)

Dia mengatakan total 774.863 orang dites dari 23 hingga 29 Mei, di mana 53.419 di antaranya dinyatakan positif terkena virus Covid-19.

Mengingat peningkatan kasus baru, dia mengatakan kementeriannya berencana untuk memperluas latihan skrining menggunakan alat tes RTK-Ag dengan bantuan pemerintah negara bagian.

“Kementerian kesehatan akan meningkatkan tes skrining untuk kontak dekat, terutama di Lembah Klang, dengan membuat pusat pengambilan sampel di masyarakat,” katanya.

Dia juga mengatakan kementeriannya akan meningkatkan pemantauan semua kasus bergejala yang menerima perawatan di fasilitas pemerintah serta mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta tanpa memandang usia.

(Baca juga: Sadis, Suami Bacok Istri, Seret Mayatnya Sejauh 80 Meter di Jalanan)

Dia menambahkan angka kematian Covid-19 saat ini 0,45% atau 45 pasien dari 10.000 kasus positif.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini