JAKARTA - Demo buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berlangsung ricuh. Demo digelar di depan Gedung Balai Kota, Jakarta (29/11/2021).
Sejumlah demonstran melakukan tindakan provokatif dengan cara melemparkan botol air mineral ke halaman Balai Kota. Selain itu, demonstran juga mendorong pagar Balai Kota.
Sang orator pun meneriaki anggotanya yang rusuh untuk tetap kondusif.
“Siapa itu, hoy hoy hoy mundur 3 langkah,” ujarnya
Para demonstran turut membawa atribut seperti slayer penutup kepala, bendera FSPMI, spanduk KSPI DKI Jakarta, dan sebagainya.
Massa KSPI mendesak pemerintah untuk mencabut SE Menaker terkait penetapan upah minumum dan mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Tunggangi Kuda Amankan Demo Buruh di Patung Kuda
Pantauan di Balai Kota, ratusan buruh tersebut menolak formula penetapan upah minimum dengan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. Mereka menilai upah minum provinsi (UMP) hanya bertambah sedikit.
Puluhan anggota kepolisian yang berjaga dengan sigap menghadapi kericuhan tersebut.
Sebelumnya, massa KSPI meminta agar majelis hakim memutus uji materi UU Cipta Kerja. Bila perlu, dihentikan.