JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memantau pembentukan Siklon Tropis RAI di sekitar Pasifik Barat sebelah utara Papua.
Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, Siklon Tropis RAI terbentuk di posisi 6.0LU, 140.8BT atau sekitar 950 km sebelah utara timur laut Biak, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusatnya mencapai 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya sekitar 998hPa.
“Untuk periode 48 jam ke depan, Siklon Tropis RAI masih menunjukkan eksistensinya dengan kecenderungan meningkat dan pergerakan sistem ke arah barat-barat laut semakin menjauhi wilayah Indonesia,” kata Guswanto dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (14/12/2021).
Siklon Tropis RAI tumbuh di area tanggung jawab RSMC (Regional Specialized Meteorological Centre) Tokyo, sehingga otorisasi analisis dan penamaan sistem siklonnya dilakukan oleh RSMC Tokyo.
Baca juga: Ada Petir dan Langit Warna Merah di Gunung Arjuno Welirang, BMKG Bilang Itu Biasa
Dalam periode 24 jam ke depan, Siklon Tropis RAI dapat berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca sebagai berikut;
- Potensi Hujan sedang - lebat di wilayah ; Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
- Potensi angin kencang 15-20 knot (27-37 km/jam) di wilayah ; Papua Barat bagian utara, Biak, Papua bagian utara, Maluku Utara.
- Potensi Gelombang laut dengan Tinggi gelombang 1.25 - 2.5 meter (Moderate) di wilayah Laut Sulawesi bag. Timur, Perairan Bitung - Likupang - Kep. Sitaro, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bag. Selatan, Perairan Barat Kep. Halmahera dan Teluk Cendrawasih.
- Potensi Gelombang laut dengan Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) di wilayah Perairan Kep. Sangihe - Talaud, Laut Maluku bag. Utara, Perairan Utara dan Timur Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat - Papua dan Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.