Komplotan Pencuri Spesialis Pecah Kaca di Kediri Ditangkap, 1 Orang Didor

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 14 Januari 2022 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 340 2532296 komplotan-pencuri-spesialis-pecah-kaca-di-kediri-ditangkap-1-orang-didor-aYiRKGYrFP.jpg Polres Kediri menangkap pencuri spesialis pecah kaca (Foto: Solichan Arif)

KEDIRI - Sebanyak 4 orang komplotan pencuri spesialis pecah kaca mobil berhasil diringkus Polres Kediri Kota. Satu orang sebagai pelaku utama dan selebihnya berperan penadah hasil curian.

RH (37) salah seorang pelaku, terpaksa dihadiahi timah panas karena nekat mencoba kabur. Para pelaku kerap menyasar kendaraan yang parkir di jalanan.

“Ada empat orang tersangka yang diamankan Sat Reskrim Polres Kediri Kota. Satu eksekutor dan tiga orang penadah,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, Jumat (14/1/2022).

Baca Juga:  Dipecat dan Belum Digaji, Karyawan Ini Mencuri Properti Vila Tempatnya Kerja

Keempat pelaku adalah RH (37) warga Kecamatan Tuwelu, Maluku Utara. RH merupakan pelaku utama. Ia bertindak sebagai eksekutor. Sementara tiga penadah lainnya adalah HMS (30) warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Pakisjajar, Malang, KAW (31) warga Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dan EP (48), Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Pengejaran para pelaku sebagai tindak lanjut laporan yang masuk Polres Kediri Kota. Aksi kejahatan berlangsung pada 14 Oktober 2021 pukul 19.30 WIB. Kawanan pejahat tersebut membobol sebuah mobil yang parkir di sebelah selatan simpang tiga Jalan Penanggungan Gang II Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Mereka menggasak sebuah tablet di dalam mobil. Setelah berusaha keras melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Satreskrim Polres Kediri Kota akhirnya berhasil melakukan pengungkapan. Polisi pertama–tama membekuk HMS di Kota Malang. Penangkapan HMS berawal dari ditemukannya tablet hasil kejahatan di Kota Malang.

Baca Juga:  Pedagang Kerupuk Bertato Nekat Gasak Kotak Amal Masjid

“Untuk para penadah diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun," pungkas Wahyudi.

HMS diketahui hanya sebagai penadah. Dia membeli ponsel tablet tersebut dari KAW dengan harga Rp1.100.000. Petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap KAW, juga di wilayah Malang. Ternyata tablet tersebut diketahui dibeli dari EP.

Petugas terus melakukan pengembangan dan berhasil menangkap EP. Pelaku EP mengaku hanya suruhan RHuntuk menjual tablet tersebut. Tim Opsnal Polres Kediri Kota berhasil mengungkap pelaku utama dan mengamankan RH beserta barang bukti yang lain.

“Barang bukti diantaranya 1 buah Tablet, 1 buah obeng warna oranye yang digunakan sebagai alat congkel pecah kaca dan 1 buah topi Nike warna hitam, celana hitam, jaket hitam,” ujar Wahyudi.

Dalam aksinya, RH berperan sebagai eksekutor bersama seorang temannya berinisial M (saat ini diamankan Polres Mojokerto). RH membobol mobil korban dengan cara merusak kaca mobil. Pengerusakan memakai alat obeng, dan saat kejahatan berjalan, M tetap berada di atas sepeda motor mengawasi sekitar.

RH sempat berusaha kabur, namun seketika berhenti setelah timah panas menerjang kakinya. Atas perbuatannya, tersangka RH dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun. Sementara ketiga penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini