Share

90 Mayat Ditemukan Dikremasi di Dalam Gereja Tua

Susi Susanti, Okezone · Senin 17 Januari 2022 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 18 2533353 90-mayat-ditemukan-dikremasi-di-dalam-gereja-tua-DCqaxusDUZ.jpg 90 mayat ditemukan dikremasi di sebuah gereja tua (Foto: Google maps)

OHIO - Investigasi sedang berlangsung setelah surat perintah penggeledahan di sebuah gereja di Amerika Serikat (AS) menemukan puluhan jenazah yang dikremasi di dalam kotak dan tas biohazard.

Ke 90 jenazah yang dikremasi, yang telah dikaitkan dengan seorang pria yang dituduh "melecehkan mayat", memiliki identitas yang tertulis di wadah-wadah di Greater Faith Missionary Baptist Church di Ohio.

Pendeta gereja, Shawnte Hardin, sudah didakwa atas kesalahan penanganan jenazah tahun lalu tetapi perwakilan hukumnya mengklaim jenazah itu berasal dari "kenalan pendeta" bernama Robert Tate.

 Menurut The Sun, mantan Direktur pemakaman, Tate, dituduh "menyalahgunakan mayat" setelah polisi menemukan 11 mayat di garasinya, Pengacara Hardin, Richard Kerger, mengatakan sisa-sisa kremasi yang ditemukan di gereja disimpan sebagai bantuan untuk temannya, Tate.

"Dia memiliki sejumlah kremasi, saya tidak tahu Shawnte tahu, tetapi dia menelepon dan bertanya apakah boleh menyimpan kremasi ketika dia mencoba menemukan keluarga almarhum,” terang Kerger kepada WBTV.

Baca juga: Ketika Peraih Nobel Perdamaian Pilih Pemakaman Aquamation, Kremasi Tanpa Api yang Ramah Lingkungan

Kerger mengatakan pendeta tidak melanggar hukum apapun dengan menawarkan untuk menjaga tetap di "lokasi yang aman, aman dan suci di gereja."

Sejak saat itu Kantor Jaksa Agung Ohio merilis daftar orang-orang yang jenazahnya ditemukan di gereja untuk dihubungi keluarga.

Baca juga: Hukum Melakukan Kremasi Jenazah, Ini Penjelasannya Menurut Syariat Islam

Pada Oktober tahun lalu, Hardin didakwa Juri Agung Lucas County atas 37 tuduhan kriminal, termasuk terlibat dalam pola aktivitas korup, merusak catatan, pencurian, penyalahgunaan mayat, penipuan identitas, representasi sebagai direktur pemakaman tanpa izin dan pemeriksaan yang buruk.

Pengacara Hardin mengakui bahwa Hardin tidak memiliki lisensi direktur pemakaman dan mengklaim kliennya tidak membalsem atau mengkremasi jenazah sehingga dia tidak memerlukan lisensi.

"Posisinya, dan hukum mendukung ini, bahwa dia tidak membutuhkannya,” ujar Kerger.

Sebelumnya, pada 2015, pihak berwenang menemukan 11 mayat di garasi Tate, dalam "berbagai kondisi pembusukan" termasuk tubuh bayi.

Tate dijatuhi hukuman lima tahun masa percobaan, diperintahkan untuk menyerahkan lisensi direktur pembalseman dan pemakamannya, dan untuk menutup bisnisnya, Layanan Pemakaman Tate. Dia meninggal pada Desember tahun lalu di usia 65 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini