Share

Diduga Masalah Keluarga, Ayah Kandung Ini Tega Gorok Anak Perempuannya

Rus Akbar, Okezone · Selasa 01 Februari 2022 01:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 01 340 2540796 diduga-masalah-keluarga-ayah-kandung-ini-tega-gorok-anak-perempuannya-dgYW75Swo8.jpeg Illustrasi (foto: freepick)

MENTAWAI - Warga Dusun Pasakiat, Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat digegerkan penemuan mayat anak perempuan dalam kondisi leher nyaris putus dan bahu sebelah kiri ada bekas bacokan.

Kapolsek Siberut Iptu Desmeri, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut, korban tersebut diketahui berinisial RG (4) ditemukan ditemukan pada (31/1/2021) sekira pukul 12.00 WIB di Desa Maileppet berjarak 300 meter dari rumah ditempati.

“Saat ditemukan anak perempuan malang itu memakai baju warna coklat dan celana warna biru laut dimana kondisi kepala hampir putus dan bahu sebelah kiri terdapat bacokan,” katanya, Senin (31/1/2022).

BACA JUGA:Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Tanjung Berikat 

Dari olah TKP yang dilakukan polisi diduga kuat anak perempuan tersebut dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri berinisial RO (24). Dimana sebelum mayat itu ditemukan ayah kandungnya sempat membawa anaknya pulang ke desa asalnya di Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat (bagian Barat Pulau Siberut).

“RO Sabtu (29/1/20220 sekira pukul 16.00 WIB mendatangi rumah Gengsawandi (29) merupakan warga Simoilalak, Desa Saibi yang tinggal di Dusun Pasakiat Desa Maileppet dan menyatakan bawah dia akan menceraikan istri keduanya L, dan mau berangkat ke Simatalu bersama anaknya RG (korban) dengan membawa parang,” jelasnya.

BACA JUGA:Mayat yang Sudah Membusuk Ditemukan di Saluran Air Kampung Tambun 

Mereka kata Desmetri berangkat keesokan harinya (30/1) dengan membawa anaknya RG (korban), namun setelah berangkat RO ini kembali ke rumah dengan kondisi lehernya luka dan berdarah.

“Sekira pukul 06.00 WIB salah satu anggota TNI sedang melakukan jogging melihat RO di depan rumah dalam kondisi tenggorokan tersayat, saat itu istrinya L juga melihat yang sama. Saat itu RO mencoba mengambil tali jemuran diduga untuk melakukan bunuh diri. Kemudian istri RO ini bersama saudaranya serta anggota TNI memberikan pertolongan dan melarikan ke Puskesmas, kemudian RO dirujuk ke RSU Mentawai di Tuapeijat,” terang Desmetri.

Setelah kejadian tersebut tersebut pada Minggu (30/1/2021) Gengsawandi melapor kepada pihak kepolisian bahwa RG (4) anak dari RO hilang. Kemudian polisi dan masyarakat melakukan pencarian.

“Baru pada hari ini korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Kemudian polisi melakukan olah TKP penemuan dan pengambilan visum oleh Puskesmas Muara Siberut.

“Setelah dilakukan olah TKP, keluarga meminta agar jenazah korban segera dikuburkan. Kemudian sekira pukul 15.00 WIB sampai pukul 15.40 WIB dilaksanakan penguburan korban,” terangnya.

Dari olah TKP, bahwa istri kedua RO berinisial L ini belum memiliki anak, korban merupakan anak tiri dari L.

“Keluarga RO ini sering cekcok diduga masalah ini dipicu oleh korban RG,” ucapnya.

Polisi juga menduga saat RO dan anaknya RG hendak berangkat ke Simatalu dengan membawa parang, kemudian kembali ke rumah dalam kondisi tenggorokan disayat tanpa ada parang tangan ditambah keterangan visum Puskesmas Muara Siberut bahwa kondisi luka korban akibat sayatan sebilah parang.

“Kemungkinan sebilah parang tersebut diduga menjadi alat membunuh RG yang merupakan anaknya,” ujarnya.

Kata Desmetri, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap RO apa sebenarnya yang menjadi motif pembunuhan tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini