Share

19 Orang Ditemukan Meninggal Membeku, Picu Pertikaian Diplomatik Turki dan Yunani

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 05 Februari 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 05 18 2542808 19-orang-ditemukan-meninggal-membeku-picu-pertikaian-diplomatik-turki-dan-yunani-3aef3EJ6Ba.jpg 19 orang meninggal membeku di dekat perbatasan Yunani (Foto: CNN)

ISTANBUL - Jumlah orang yang ditemukan tewas membeku di sebuah kota kecil Turki di dekat perbatasan dengan Yunani telah meningkat menjadi 19 orang, seminggu setelah badai musim dingin yang langka menyelimuti kedua negara dengan salju.

Sebuah pernyataan dari kantor gubernur di Kota Edirne Turki mengatakan kegiatan pencarian dan penyelamatan terus berlanjut di wilayah tempat mayat-mayat itu ditemukan.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada Rabu (3/2) mengatakan mereka yang meninggal adalah bagian dari kelompok 22 migran.

Soylu mengatakan 19 orang tewas membeku di Ipsala, kota perbatasan yang sering digunakan oleh mereka yang ingin memasuki Uni Eropa (UE).

Baca juga: Misteri Salju Selimuti Yerusalem, Masjid Al-Aqsa hingga Tembok Ratapan

Informasi mengenai asal para migran dan mengapa mereka terdampar dalam kondisi dingin masih belum jelas, tetapi Yunani dan Turki saling menyalahkan atas tragedi itu.

Soylu menuduh di Twitter bahwa kelompok itu ditolak oleh pejabat perbatasan Yunani dan sepatu serta pakaian mereka dilucuti. Dia sempat men-tweet gambar kabur yang muncul untuk menunjukkan mayat setidaknya delapan orang, sebagian berpakaian dan terbaring di lumpur.

Baca juga: Badai Salju Hantam Yunani, Ribuan Pengendara Terdampar di Jalanan

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Soylu menyebut unit patroli perbatasan Yunani preman, dan mengatakan UE tidak berdaya, lemah, dan tidak memiliki perasaan manusiawi.

Sementara itu, Menteri Imigrasi Yunani Notis Mitarachi, membantah tuduhan Soylu.

Melalui sebuah pernyataan, Menteri mengatakan kematian di perbatasan Turki adalah sebuah tragedi.

“Kebenaran di balik insiden ini tidak memiliki kemiripan dengan propaganda palsu yang didorong oleh rekan saya,” terangnya.

Mitarachi mengatakan bahwa mereka yang meninggal tidak pernah berhasil mencapai perbatasan.

"Setiap saran yang mereka lakukan, atau memang didorong kembali ke Turki adalah omong kosong," lanjutnya.

“Daripada mendorong klaim yang tidak berdasar, Turki harus memenuhi kewajibannya dan bekerja untuk mencegah perjalanan berbahaya ini,” ujarnya.

Kementerian luar negeri Yunani tidak segera menanggapi permintaan CNN untuk berkomentar tentang tuduhan Turki.

Diketahui, Dewan Eropa dan para migran sendiri selama bertahun-tahun menuduh bahwa Penjaga Pantai Yunani dan patroli perbatasan mendorong mundur para migran, terkadang di laut. Meskipun Badan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mendokumentasikan "laporan yang dapat dipercaya" dari insiden semacam itu, pemerintah Yunani telah berulang kali membantahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini