Share

Bahas Situasi Ukraina dengan Putin, Macron: Beberapa Hari Mendatang Akan Menentukan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 08 Februari 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 08 18 2543778 bahas-situasi-ukraina-dengan-putin-macron-beberapa-hari-mendatang-akan-menentukan-amoY5CTp87.JPG Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (7/2/2022) mengatakan bahwa beberapa hari mendatang akan menjadi sangat penting dalam perkembangan kebuntuan dan ketegangan yang terjadi di Ukraina. Hal ini disampaikan Macron setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Rusia, yang merebut Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis di timur negara itu, menginginkan jaminan keamanan termasuk janji bahwa NATO menarik beberapa tentaranya dari negara-negara terdekat dan tidak akan memasukkan Kiev ke dalam aliansi militer tersebut.

Amerika Serikat (AS) telah menolak tuntutan Rusia tersebut tetapi mengatakan bersedia untuk berbicara tentang pengendalian senjata dan langkah-langkah membangun kepercayaan ketika kekuatan-kekuatan tersebut berbenturan atas lingkup pengaruh mereka di Eropa pasca-Perang Dingin.

Macron yang terbang ke Moskow mengadakan pembicaraan selama lebih dari lima jam dengan Putin pada Senin untuk mengajukan usulan yang diharapkan dapat menyelesaikan kebuntuan ini.

"Beberapa hari ke depan akan menentukan dan akan membutuhkan diskusi intensif yang akan kita lakukan bersama," kata Macron kepada wartawan setelah makan malam, sebagaimana dilansir Reuters.

Putin mengatakan beberapa kemajuan telah dibuat selama pembicaraan dengan Macron.

“Sejumlah ide, usulan, yang mungkin masih terlalu dini untuk dibicarakan, saya kira sangat mungkin untuk dijadikan dasar langkah bersama kita selanjutnya,” ujarnya.

Kedua pemimpin itu akan kembali berbicara setelah Macron bertemu dengan para pemimpin Ukraina, yang akan menjadi tujuan berikutnya dalam kunjungannya ke wilayah tersebut, yang dijadwalkan pada Selasa (8/2/2022).

Ketika Rusia mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, mereka mengatakan tidak merencanakan invasi tetapi dapat mengambil tindakan militer yang tidak ditentukan jika tuntutan keamanannya tidak dipenuhi. Moskow melihat penambahan 14 anggota baru Eropa timur NATO sejak Perang Dingin berakhir tiga dekade lalu sebagai pelanggaran terhadap lingkup pengaruhnya dan ancaman terhadap keamanannya.

Di Washington, Presiden AS Joe Biden, yang menjamu Kanselir Jerman Olaf Scholz, mengatakan masih ada jalur diplomatik untuk menyelesaikan krisis, menekankan Amerika Serikat dan ekonomi terbesar Eropa "bersamaan."

Kedua negara juga akan memastikan sanksi dapat dijatuhkan dengan cepat pada Rusia jika terjadi serangan baru.

"Ini (invasi ke Ukraina) akan memiliki biaya yang sangat tinggi untuk Rusia," kata Scholz kepada wartawan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini