Share

Apa Itu Senjata Hipersonik, dan Siapa Saja yang Memilikinya?

Agregasi VOA, · Senin 21 Maret 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 18 2565153 apa-itu-senjata-hipersonik-dan-siapa-saja-yang-memilikinya-PkhMzKkOJJ.png Rudal hipersonik Zirkon Rusia ditembakkan dalam uji coba pada Desember 2020. (Foto: Ruptly)

BANYAK negara sedang membicarakan upaya untuk mengembangkan senjata hipersonik, menggambarkannya sebagai “pengubah permainan”. Apa sesungguhnya yang dimaksud sebagai senjata hipersonik? Siapa yang memilikinya? Seberapa revolusioner senjata ini?

Senjata hipersonik terbang dengan kecepatan setidaknya Mach 5, dapat bermanuver dengan sangat luwes dan mampu mengubah arah selama penerbangan.

Senjata hipersonik berbeda dengan rudal balistik, yang juga dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hipersonik – setidaknya Mach 5 – tetapi memiliki lintasan dan kemampuan manuver yang terbatas.

Jenis Senjata Hipersonik

Apa saja jenis-jenis senjata hipersonik? Ada dua kategori utama senjata hipersonik: kendaraan luncur dan rudal penjelajah.

Kendaraan luncur atau glide vehicles hipersonik diluncurkan dari roket. Kendaraan meluncur, dan kemudian memisahkan diri dari roket, “meluncur” dengan kecepatan setidaknya Mach 5 menuju sasaran.

Sementara rudal jelajah atau cruise missiles hipersonik memiliki tenaga dari mesin berkecepatan tinggi.

Apa signifikansi keduanya? Kemampuan untuk meluncurkan senjata yang dapat bermanuver baik dengan kecepatan hipersonik akan memberi negara mana pun keuntungan yang cukup besar, karena senjata semacam ini dapat menghindari hampir semua sistem pertahanan yang sedang digunakan.

“Tidak masalah apapun ancamannya, jika kita tidak dapat melihatnya maka kita tidak dapat bertahan melawannya,” ujar Jenderal John Hyten, mantan wakil ketua Kepala Staf Gabungan di Washington DC, Januari 2020 lalu.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sebagai panglima Komando Khusus Amerika pada tahun 2018, Hyten mengatakan “kita tidak memiliki sistem pertahanan apapun yang dapat menyangkal penyebaran senjata semacam itu terhadap kita... Pertahanan kita adalah kemampuan pencegahan.”

Para pejabat Amerika telah mengatakan bahwa meskipun ada beberapa radar berbasis darat yang dapat mendeteksi senjata hipersonik, tidak cukup memberi peringatan yang memadai tentang serangan. Pejabat-pejabat, seperti Hyten, yang sekarang sudah pensiun, telah menganjurkan untuk membangun sistem radar berbasis ruang angkasa.

Senjata Hipersonik vs Rudal Balistik, Apa Perbedaannya?

Rudal balistik juga dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hipersonik setidaknya Mach 5, tetapi ada lintasan yang telah ditetapkan dan kemampuan manuvernya terbatas.

Siapa yang Mengembangkan Senjata Hipersonik?

Amerika Serikat, Rusia dan China sedang mengembangkan jenis senjata hipersonik ini. Beberapa negara lain juga sedang melakukan penelitian tentang senjata itu, sementara lainnya mengklaim telah menguji senjata hipersonik itu, meski belum dapat diverifikasi.

Militer Amerika telah mengajukan anggaran USD3,8 miliar untuk mengembangkan senjata hipersonik pada tahun fiskal 2022 ini. Juga USD246,9 juta untuk penelitian pertahanan hipersonik.

Sebagian besar senjata hipersonik Amerika masih dalam tahap pengembangan atau pengujian. Namun, setidaknya ada satu sistem yang semoga dapat mencapai kemajuan operasional pada awal tahun ini. Senjata hipersonik Amerika dipersenjatai dengan hulu ledak konvensional.

Rusia telah mengejar pengembangan teknologi senjata hipersonik ini sejak 1980-an. Pejabat-pejabat militer Rusia pada Sabtu (19/3/2022) mengatakan mereka untuk pertama kalinya menembakkan rudal hipersonik di Ukraina untuk menarget tempat penyimpanan senjata bawah tanah di bagian barat negara itu.

Pada 2018 Presiden Vladimir Putin membual tentang rudal hipersonik Kinzhal dan kendaraan luncur hipersonik Avangard. Moskow juga mengembangkan Tsirkon, rudal jejah hipersonik yang diluncurkan dari kapal. Laporan mengindikasikan Avangrad membawa kepala nuklir. Kantor-kantor media Russia kemudian mengklaim bahwa Avangrad telah digunakan sejak Desember 2019.

Dalam perkembangan lainnya pejabat-pejabat militer dan intelijen China mengatakan China sedang mengejar ketertinggalan pembuatan rudal jelajah hipersonik dan kendaraan peluncur hipersonik, dan bahwa sedikitnya satu piranti yang mampu membawa kendaraan seluncur hipersonik kini justru digunakan. Pejabat-pejabat Amerika mengatakan Beijing sedang mengumpulkam “ratusan” uji senjata hipersonik.

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan antara tahun 2016-2021 Beijing telah melakukan “ratusan” uji senjata hipersonik. Sementara Washington hanya melakukan sembilan tes selama periode yang sama.

Ketua Kepala Staff Gabungan Amerika Jendral Mark Milley menggambarkan uji hipersonik China yang dilakukan pada Agustus 2021 itu sebagai “sangat signifikan”.

“Kami menyaksikan salah satu perubahan terbesar dalam kekuatan geostrategis global... dan ini hanya terjadi sesekali,” tambahnya.

Menurut kantor berita KCNA, Korea Utara mengklaim sejauh ini telah berhasil melakukan uji penembakan dua rudal hipersonik tahun ini, satu pada tanggal 5 Januari dan yang terbaru pada 11 Januari. Pejabat-pejabat Amerika belum mengonfirmasi klaim ini, dan menggambarkan peluncuran itu hanya sebagai uji rudal balistik. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan rudal hipersonik akan sangat meningkatkan “pencegahan perang” nuklir di negaranya, posisi yang menurut banyak pakar akan menempatkan Korea Selatan dalam bahaya.

Australia, India, Prancis, Jerman dan Jepang juga sedang mengembangkan teknologi senjata hipersonik.

Sementara Iran, Israel dam Korea Selatan dilaporkan telah melakukan apa yang disebut sebagai “penelitian dasar” pada senjata hipersonik.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini