Share

Pemungutan Suara Dewan HAM PBB, Rusia Ancam Konsekuensi Negara Tidak Bersahabat

Susi Susanti, Okezone · Kamis 07 April 2022 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 18 2575146 pemungutan-suara-dewan-ham-pbb-rusia-ancam-konsekuensi-negara-tidak-bersahabat-C4Anmy1iHK.jpg Pemungutan suara di Dewan HAM PBB (Foto: Reuters)

JENEWA - Rusia telah memperingatkan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa suara ya atau abstain atas desakan Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan Moskow dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) akan dipandang sebagai "isyarat tidak bersahabat" dengan konsekuensi untuk hubungan bilateral.

Hal ini terungkap dalam catatan yang dilihat Reuters pada Rabu (6/4). AS mengatakan pada Senin (4/4) akan meminta penangguhan Rusia setelah Ukraina menuduh pasukan Rusia membunuh ratusan warga sipil di kota Bucha.

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 orang di New York akan melakukan pemungutan suara pada Kamis (7/4) waktu setempat. Dua pertiga mayoritas anggota pemungutan suara - abstain tidak dihitung - dapat menangguhkan sebuah negara dari 47 anggota Dewan HAM yang berbasis di Jenewa karena melakukan pelanggaran berat dan sistematis HAM.

Baca juga: Menlu AS: Putin Tidak Boleh Dibiarkan Melanggar Aturan Hukum Internasional

Dalam catatan itu, misi Rusia untuk PBB mendesak negara-negara untuk "berbicara menentang resolusi anti-Rusia". Tidak segera jelas berapa banyak negara yang menerima catatan itu. Rusia diketahui berada di tahun kedua dari masa jabatan tiga tahun di Dewan HAM.

Baca juga: Korban Warga Sipil di Negara yang Dilanda Perang Naik 2 Kali Lipat Usai PBB Selesai Bertugas

"Perlu disebutkan bahwa tidak hanya dukungan untuk inisiatif semacam itu, tetapi juga posisi yang sama dalam pemungutan suara (abstain atau non-partisipasi) akan dianggap sebagai isyarat yang tidak bersahabat," tulis catatan itu.

"Selain itu, posisi masing-masing negara akan diperhitungkan baik dalam pengembangan hubungan bilateral maupun dalam pekerjaan pada isu-isu penting dalam kerangka PBB," lanjut catatan itu.

Olivia Dalton, juru bicara misi AS untuk PBB, mengatakan pada Rabu (6/4), Rusia secara terang-terangan dan secara terbuka mengancam negara-negara yang memilih untuk menangguhkan mereka dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB hanyalah bukti lebih lanjut bahwa Rusia perlu segera diskors dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu, Majelis telah mengadopsi dua resolusi yang mengecam Rusia dengan 141 dan 140 suara mendukung. Moskow mengatakan sedang melakukan "operasi khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina.

Sementara itu, misi Rusia untuk PBB menolak mengomentari surat itu karena tidak dipublikasikan.

Rusia membantah menyerang warga sipil di Ukraina. Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan pada Selasa (5/4) bahwa sementara Bucha berada di bawah kendali Rusia, tidak ada satu pun warga sipil yang menderita akibat kekerasan apa pun.

Majelis Umum sebelumnya telah menangguhkan sebuah negara dari Dewan HAM. Pada Maret 2011, dengan suara bulat menangguhkan Libya karena kekerasan terhadap pengunjuk rasa oleh pasukan yang setia kepada pemimpin saat itu Moammar Khadafi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini