Share

Rusia Stop Pasokan Gas setelah Finlandia Mendaftar Bergabung ke NATO

Natalia Palupi, Okezone · Sabtu 21 Mei 2022 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 18 2597953 rusia-stop-pasokan-gas-setelah-finlandia-mendaftar-bergabung-ke-nato-Z2MNJLSNNs.jpg Ilustrasi/Pixabay

JAKARTA - Rusia akan berhenti mengekspor gas alam ke Finlandia mulai hari ini, hanya dua hari setelah Helsinki mengajukan keanggotaan NATO.

Dikutip dari Independent, Gazprom yang merupakan raksasa energi negara Rusia, mengonfirmasi kepindahan ke perusahaan Gasum Finlandia pada hari Jumat (20/5/2022).

Diperkirakan bahwa Rusia akan memotong pasokan sekitar pukul 04.00 pada Sabtu pagi waktu setempat.

Moskow mengatakan mengambil keputusan ini karena Finlandia telah menolak untuk membayar gas dalam rubel, sesuatu yang dituntut oleh rezim Putin setelah sanksi barat diberlakukan.

Namun, pembekuan ekspor yang terjadi setelah Rusia berhenti memasok gas ke Bulgaria dan Polandia, kemungkinan terkait dengan tawaran Finlandia untuk bergabung dengan NATO.

Meskipun Finlandia sebagian besar menggunakan gas yang bersumber dari Rusia, itu hanya menyumbang sebagian kecil dari total konsumsi energinya.

Gasum telah mengindikasikan akan memenuhi permintaan melalui pipa penghubung Baltik Finlandia dengan Estonia.

Menanggapi pengembangan gas Rusia, Mika Wiljanen, Chief Excecutive perusahaan mengatakan;

"Sangat disesalkan bahwa pasokan gas alam di bawah kontrak pasokan kami sekarang akan dihentikan," ungkapnya.

"Namun, kami telah mempersiapkan diri dengan hati-hati untuk situasi ini dan asalkan tidak ada gangguan pada jaringan transmisi gas, kami akan dapat memasok semua pelanggan kami dengan gas dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.

Rusia awalnya menanggapi dengan keras keputusan Finlandia dan Swedia untuk mencari keanggotaan NATO, mengancam dampak yang serius. Ini kemudian meredam tanggapannya, dengan presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan aksesi mereka ke NATO tidak akan menimbulkan "ancaman langsung" bagi negaranya.

"Tetapi perluasan infrastruktur militer ke wilayah ini tentu akan memancing tanggapan kami," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini