Share

Mabuk Lem, Pria Bertato Ini Cabuli Anak di Bawah Umur

Adi Haryanto, Koran SI · Kamis 16 Juni 2022 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 16 525 2612591 mabuk-lem-pria-bertato-ini-cabuli-anak-di-bawah-umur-4ht1ecIEJn.jpg Illustrasi (foto: freepick)

BANDUNG BARAT - Seorang anak di bawah umur di wilayah Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi korban pencabulan pelaku yang berinisial FS (27).

Pria bertato tersebut terbukti telah melakukan tindakan asusila kepada korban yang masih duduk di bangku SD kelas 4 itu sehingga dibekuk oleh petugas kepolisian dari Polsek Gununghalu.

"Kejadian ini terbongkar setelah orang tua korban curiga dengan sikap anaknya yang jadi pendiam. Setelah dibujuk akhirnya dia mau cerita sehingga kasus ini dilaporkan," kata Kapolsek Gununghalu, AKP Wasiman, Kamis (16/6/2022).

 BACA JUGA:Cabuli Pacar hingga Hamil 7 Bulan, Pemuda 17 Tahun Ini Dibui

Kasus persetubuhan ini dilakukan pelaku sejak awal Juni 2022. Kemudian aksi bejatnya terbongkar usai korban menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Pasalnya aksi pelaku telah dilakukan beberapa kali yang membuat orang tua korban tidak terima.

Apalagi pihak orang tua sebelumnya merasa curiga, karena anaknya kerap mengeluhkan sakit di bagian kelaminnya. Sehingga akibat perbuatannya FS kini harus mendekam ruang tahanan Mapolsek Gununghalu, setelah dibekuk oleh petugas usai menerima laporan dari orang tua korban.

 BACA JUGA:Iming-Imingi Korban Rp5.000, Pria Gundul Ini Cabuli 15 Bocah

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurutnya, berdasarkan pengakuan pelaku aksi bejatnya dilakukan karena nafsu ketika melihat korban. Apalagi pelaku ini kerap menghisap lem agar bisa mabuk kemudian melakukan aksinya menyetubuhi korban. Aksi persetubuhan itu dilakukannya tidak hanya sekali.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Kami kenakan UU Perlindungan anak karena korbannya di bawah umur dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," sebutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini