Share

Rusia Protes Keras, Panggil Dubes Inggris Dianggap Menyinggung Terkait Senjata Nuklir

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 01 Juli 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 18 2621842 rusia-protes-keras-panggil-dubes-inggris-dianggap-menyinggung-terkait-senjata-nuklir-XjxqcmdiiZ.jpg Kemlu Rusia panggil Dubes Inggris terkait pernyataan yang dianggap menyinggung (Foto: Antara/Xinhua)

LONDON - Rusia pada Kamis (30/6/2022) telah memanggil Duta Besar Inggris untuk memprotes keras pernyataan "menyinggung" dari pemerintah Inggris, termasuk tentang dugaan ancaman Rusia akan menggunakan senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri (kemlu) Rusia mengatakan protes keras telah disampaikan kepada Duta Besar Deborah Bronnert atas "pernyataan yang terus terang tidak sopan dari kepemimpinan Inggris mengenai Rusia, pemimpin dan perwakilan resmi pihak berwenang, serta rakyat Rusia".

Pernyataan Kemlu Rusia itu menyebutkan bahwa Bronnert diberikan memorandum yang menyatakan bahwa retorika ofensif dari perwakilan otoritas Inggris tidak dapat diterima.

Baca juga:ย Video Presiden Rusia Putin Dikelilingi Ajudan Tenteng Koper Nuklir

โ€œDalam masyarakat yang sopan, meminta maaf atas pernyataan seperti itu merupakan suatu kebiasaan,โ€ terang kementerian, dikutip Antara.

Baca juga:ย Juru Bicara Kremlin: Rusia Hanya Akan Gunakan Senjata Nuklir Demi Pertahankan Negara, Bukan untuk Perang di Ukraina

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kementerian itu mengatakan Rusia telah mengatakan kepada Bronnert bahwa pihaknya keberatan dengan pernyataan Inggris yang berisi informasi yang sengaja bersifat salah, khususnya tentang dugaan ancaman Rusia akan menggunakan senjata nuklir.

Sejauh ini masih belum jelas pernyataan spesifik apa dari pemerintah Inggris yang dirujuk dalam pernyataan kementerian luar negeri Rusia itu.

Inggris telah menyuarakan dukungan kuat untuk Ukraina dalam perangnya dengan Rusia dan menyediakan senjata bagi Ukraina. Langkah itu membuat Inggris sering menjadi sasaran kritik Kremlin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini