Share

Setidaknya 41 Orang Tewas dalam Kebakaran di Gereja Mesir

Rahman Asmardika, Okezone · Minggu 14 Agustus 2022 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 18 2647672 setidaknya-41-orang-tewas-dalam-kebakaran-di-gereja-mesir-00SvGiDQf6.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KAIRO - Kebakaran melanda sebuah gereja di lingkungan padat penduduk di ibu kota Mesir, Kairo pada Minggu (14/8/2022), menewaskan setidaknya 41 orang dan melukai 14 lainnya, demikian dilaporkan gereja Koptik di negara itu.

Penyebab kebakaran di gereja Abu Sefein di lingkungan kelas pekerja Imbaba tidak segera diketahui. Penyelidikan awal menunjukkan adanya korsleting listrik, menurut pernyataan polisi yang dilansir Gulf Today.

BACA JUGA: Gereja Notre Dame Terbakar saat Sedang Direnovasi

Gereja Koptik melaporkan jumlah korban, mengutip pejabat kesehatan. Dikatakan kebakaran terjadi saat layanan sedang berlangsung Minggu pagi.

Kebakaran terjadi saat 5.000 jemaah berkumpul untuk Misa di gereja Koptik Abu Sifin di lingkungan Imbaba, kata sumber tersebut.

BACA JUGA: Pengadilan Mesir Ingin Siarkan Langsung Eksekusi Mati Pembunuh di Televisi

Menurut sumber itu, api memblokir pintu masuk ke gereja, menyebabkan desak-desakan. Sebagian besar dari korban yang tewas adalah anak-anak.

Giza, kota terbesar kedua di Mesir, terletak tepat di seberang Sungai Nil dari Kairo.

Lima belas kendaraan pemadam kebakaran dikirim ke tempat kejadian untuk memadamkan api sementara ambulans mengangkut korban ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Presiden Abdel Fattah el-Sissi berbicara melalui telepon dengan Paus Tawadros II yang beragama Kristen Koptik untuk menyampaikan belasungkawa, kata kantor presiden.

"Saya mengikuti perkembangan kecelakaan tragis itu," tulis el-Sissi di Facebook. "Saya mengarahkan semua lembaga dan lembaga negara terkait untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan, dan segera menangani kecelakaan ini dan dampaknya."

Umat ​​Kristen Mesir berjumlah sekitar 10% dari 90 juta penduduk negara itu dan telah lama mengeluhkan diskriminasi oleh mayoritas Muslim di negara itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini