Share

Gagal dalam Perang, Rusia Tarik Mundur 30.000 Tentara dan 5.000 Perangkat Keras Militer hingga Senjata dari Kherson

Susi Susanti, Okezone · Minggu 13 November 2022 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 18 2706441 gagal-dalam-perang-rusia-tarik-mundur-30-000-tentara-dan-5-000-perangkat-keras-militer-hingga-senjata-dari-kherson-ppPq4wasVt.jpg Rusia tarik mundur 30.000 tentara hingga 5.000 perangkat keras militer dan senjata dari Kherson (Foto: AFP)

KHERSON – Rusia mengatakan sekitar 30.000 personel militer telah ditarik keluar dari Kherson. Termasuk sekitar 5.000 perangkat keras militer, persenjataan, dan aset lainnya.

Pada Sabtu (12/11/2022), Moskow mengumumkan ibu kota pengganti sementaranya akan menjadi kota pelabuhan bernama Henichesk, lebih dari 200 km (125 mil) tenggara Kherson, dekat Krimea yang diduduki Rusia.

Kantor berita Rusia Interfax mengatakan pihak berwenang mengevakuasi semua kantor regional, serta "patung dan artefak bersejarah", dari tepi barat sungai Dnipro - yaitu, dari kota Kherson dan sekitarnya. Lebih dari 115.000 orang dievakuasi dari daerah itu.

Baca juga: Perayaan Kemerdekaan di Kherson Usai Pasukan Rusia Mundur, Ukraina Peringatkan Perang Masih Jauh dari Selesai

Editor internasional BBC Jeremy Bowen mengatakan keputusan untuk menarik diri "telah menyelamatkan nyawa tentara yang mungkin tewas dalam pertempuran yang tidak bisa mereka menangkan" dan memungkinkan mereka untuk ditempatkan di tempat lain di negara itu.

Baca juga: Rusia Selesaikan Penarikan Mundur Puluhan Ribu Pasukan dari Kherson

Penarikan itu - yang menurut Kementerian Pertahanan Inggris dapat dimulai pada 22 Oktober lalu di bawah perlindungan evakuasi sipil - berarti Rusia telah kehilangan ibu kota administratif dari salah satu dari empat wilayah yang dicaplok secara ilegal pada bulan September.

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, mengatakan mundurnya Kherson menandai "kegagalan strategis lain" bagi Moskow.

Follow Berita Okezone di Google News

"Pada bulan Februari, Rusia gagal mengambil salah satu tujuan utamanya kecuali Kherson," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip BBC.

"Sekarang dengan penyerahan itu juga, orang-orang biasa di Rusia pasti bertanya pada diri mereka sendiri: 'Untuk apa semua ini?,” lanjutnya.

Kementerian Pertahanan Inggris mencatat pada Sabtu (12/11/2022) bahwa "sangat mungkin" pasukan Rusia menghancurkan jembatan jalan dan rel di atas sungai Dnipro sebagai bagian dari retret mereka. Gambar muncul pada Jumat (11/11/2022) dari penyeberangan sungai utama - Jembatan Antonivsky - yang sebagian runtuh. Masih belum jelas bagaimana kerusakan itu terjadi.

Pada Sabtu (12/11/2022) pagi, gambar lain muncul menunjukkan kerusakan bendungan Nova Kakhovka, sekitar 58 km (36 mil) timur laut kota Kherson.

Perusahaan citra satelit AS Maxar mentweet bahwa "bagian bendungan dan pintu air" telah dihancurkan. Sebuah jalan raya dan jalur kereta api melintasi bendungan dan foto Maxar menunjukkan bahwa mereka telah terputus. Tidak jelas apa yang menyebabkan kerusakan, yang belum dinilai secara independen oleh BBC.

Rekaman video baru, diverifikasi oleh BBC, menunjukkan ledakan besar di salah satu ujung bendungan.

Ukraina dan Rusia telah menuduh satu sama lain berencana untuk membobol bendungan dengan bahan peledak, meningkatkan ancaman banjir di wilayah Kherson.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini