Atas aksinya tersebut, ia berhasil membuat para mahasiswa kepincut. Jenderal Sarwo Edhie dinilai tegas dan juga baik bagi masyarakat Papua. Penilaian tersebut diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Ikrar Nusa Bhakti, yaitu mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Diketahui lewat penelitian Ikrar, yang dituliskan dalam buku Sarwo Edhie dan Misteri 1965, Henk Yoku, paman Presidium Dewan Papua Frans Albert Yoku, menyebut Sarwo Edhie sebagai, "Orang baik, penghubung Irian Barat dan Jakarta.”
Pernyataan tersebut diucapkan karena berdasar pada seringnya Jenderal Sarwo Edhie merangkul masyarakat Papua dan bertemu tokoh Papua guna berdialog membicarakan Pepera dan mempersuasif masyarakat Papua pada saat itu untuk memilih bergabung dengan Indonesia.
Akhirnya, ketika masa jabatanya sebagai Panglima Kodam XVII Cendrawasih berakhir pada 1970, Jenderal Sarwo Edhie berhasil meninggalkan prestasi dan kesan baik untuk masyarakat Papua. Jenderal Sarwo Edhie sukses menyelesaikan misi yaitu meyakinkan rakyat Papua memilih bergabung dengan Indonesia dalam Pepera yang digelar pada Juli - Agustus 1969.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.