“Ketika seorang anak merasa tidak mampu bertahan hanya karena buku dan pena, itu berarti ada sesuatu yang salah dalam sistem kita. Pendidikan kehilangan wajah kemanusiaannya,” tegasnya.
Guru di Garda Terdepan, Negara Harus Mendukung
Dia menyoroti peran guru yang selama ini berada paling dekat dengan kehidupan siswa. Guru, menurutnya, tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga kerap menjadi tempat anak-anak mencurahkan kegelisahan, ketakutan, dan harapan mereka.
Dalam situasi seperti ini, Simson menilai guru memikul beban yang sangat berat. Mereka dituntut mendidik, membimbing, sekaligus menjaga kondisi mental dan semangat belajar siswa, namun sering kali tanpa dukungan yang memadai dari negara.
“Guru itu paling berat tugasnya. Mereka mendidik, membimbing, mendengar keluh kesah anak, bahkan sering menggantikan peran orang tua di sekolah. Negara harus hadir meringankan beban itu,” ujarnya.