“Hari ini mungkin kita hanya bisa berdoa dan berduka. Tapi ke depan, kita harus bertanya solusi apa yang bisa kita berikan agar tragedi seperti ini tidak pernah terulang,” katanya.
Menurutnya, masa depan pendidikan di NTT dan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian membangun sistem yang berlandaskan empati, nilai kemanusiaan, dan keberpihakan pada anak-anak paling rentan.
“Pendidikan harus kembali menjadi harapan. Bukan ketakutan. Bukan kengerian. Tapi ruang dimana anak-anak bisa bermimpi dan bertumbuh dengan bahagia,” pungkas Simson.
(Arief Setyadi )