Ketiga, posisi strategis Iran. Negeri Syiah ini, memiliki kartu truf kawasan berupa selat Hormuz. Selat ini, jantung ekonomi dan energi dunia. Iran tidak usah diajari tentang bagaimana caranya memaksimalkan dan memainkan selat seluas 45Km ini, untuk "menyiksa" lebih dari setengah pengguna minyak dan gas dunia?
Hari ini Iran menutup selat itu. Tetapi jika Amerika tidak segera memberikan konsesi dan insentif memadai atas syahidnya Ali Khamenei, sangat mungkin Iran bertindak lebih brutal atas selat tersebut.
Keempat, Iran terbukti sukses membina Hauthi di Yaman, Hizbullah di Libanon dan Suriyah serta Hamas di Palestina. Tidak sekedar sebagai proxy, kehadiran Hauthi, Hizbullah dan Hamas, idealnya dibaca lebih serius sebagai semacam double track diplomacy. Hal ini penting, mengingat pasca revolusi Islam Iran tahun 1979, Iran dikucilkan dari pergaulan kawasan akibat sanksi ekonomi dan diplomasi, berkepanjangan.
Jago Amerika dan Tiga Wajah Iran pasca Khamenei
Hingga syahidnya Ali Khamenei, operasi Amerika dan Israel atas Iran, tidak disertai skenario lanjutan tentang sosok pengganti tokoh paling berpengaruh di dunia Islam ini.
Setidaknya dengan merujuk resources yang ada, wajah Iran memiliki tiga alternatif. Pertama, Iran seperti sekarang, dengan Ali Laranjani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, sebagai pemimpin tertinggi berikutnya.