DLH juga menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data sementara, longsor di TPST Bantargebang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, yakni Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25) yang berprofesi sebagai pemulung.
Selain itu, satu pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, Slamet, mengalami luka ringan. Ia telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat dan kini telah diperbolehkan pulang.
Dalam operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin.
Tim gabungan hingga kini masih terus bekerja di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi.
“Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban luka akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Selain itu, santunan sosial juga akan diberikan kepada korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” ungkapnya.