Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gejolak Minyak Global, Great Institute Wanti-wanti Risiko Fiskal RI

Awaludin , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |20:25 WIB
Gejolak Minyak Global, Great Institute Wanti-wanti Risiko Fiskal RI
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - “Ini sebuah upaya kontribusi GREAT Institute terhadap permasalahan bangsa yang tengah—dan mungkin akan kita hadapi ke depan seiring perkembangan geopolitik dunia,” kata Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr. Syahganda Nainggolan, membuka Focus GREAT Discussion (FGD) bertajuk “Tantangan Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Turbulensi Geopolitik”, Rabu (1/4/2026) di Jakarta.

Nada itu bukan sekadar formalitas pembuka. Syahganda langsung mengaitkan forum ini dengan realitas global yang sedang bergolak. “Tak bisa dimungkiri, saat ini dunia tengah menghadapi persoalan energi seiring perang di Timur Tengah. Kita lihat, negara-negara tetangga sudah mulai mengalami kenaikan harga BBM sebagai dampak langsung dari perang Iran–Israel–Amerika Serikat,” kata dia.

FGD yang dihadiri puluhan peserta itu mempertemukan sejumlah nama yang kerap muncul di ruang publik—dari ahli energi, ekonom, pejabat, hingga pelaku industri. Hadir antara lain Yudo Dwinanda Priaadi, Irwanuddin Kulla, Indra Kusumawardhana, Mohamad Fadhil Hasan, Kukuh Kumara, Ilham Rizqi Sasmita, Hari Budianto (Sekjen AISI—Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), Mayjen TNI Priyanto, Pujo Widodo, Anggawira, hingga Sripeni Inten Cahyani yang bergabung secara daring. Diskusi dipandu peneliti GREAT Institute, Trisha Devita.

Paparan Tim Ekonomi GREAT Institute menjadi salah satu titik pijak diskusi. Mereka menekankan bahwa lonjakan harga minyak global akibat konflik bukan lagi sekadar isu geopolitik, melainkan telah berubah menjadi tekanan fiskal langsung bagi Indonesia.

Dalam materi yang dipresentasikan, harga minyak dunia sempat melonjak hingga mendekati 120 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 yang hanya 70 dolar AS.

“Indonesia pasti terimbas perang ini,” kata peneliti GREAT Institute, Yossi Martino. “Turbulensi global akibat kenaikan harga minyak dengan nyata berpengaruh pada ekonomi kita.”

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement