JAKARTA – Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin mendesak polisi tidak melanjutkan atau menghentikan kasus dugaan penistaan agama terhadap mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) sebagaimana dilaporkan sejumlah ormas.
"Pesan saya pada yang mempersoalkan ceramah Pak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM agar jangan memelintir. Saya menjadi saksi pertemuan Malino untuk adanya perdamaian. Kalau ini tidak dihentikan, apalagi jika kepolisian melanjutkannya tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, ini sungguh akan menimbulkan konflik antara umat beragama," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurut Din, dirinya bersama para tokoh lintas agama, khususnya Kristen telah bertemu JK di kediamannya. Mereka merupakan saksi sekaligus pihak yang terlibat dalam perjanjian Malino untuk perdamaian konflik agama di Poso, Sulawesi, dan Ambon, Maluku.
"Pertemuan malam ini menjadi penting karena pertemuan di Malino, Sulawesi untuk perdamaian konflik Poso dan konflik Ambon 2002, 24 tahun lalu yang berhasil menimbulkan kerukunan antara umat Islam dan umat Kristiani, terakhir ini tercederai dengan adanya pihak yang bersengaja memelintir pernyataan Pak Jusuf Kalla," tuturnya.
Namun, ia menilai perjanjian Malino tersebut telah terciderai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang memotong dan memelintir video ceramah JK. Selain itu, terdapat pula pihak yang menuduh JK melakukan penistaan agama dan melaporkannya ke polisi.
"Dan juga mengadukannya ke kepolisian, ini sungguh berbahaya sekali karena dapat menimbulkan luka lama dan juga menimbulkan konflik di antara umat beragama," terangnya.
Menurut Din, tuduhan tersebut berbahaya karena dapat memunculkan kembali luka lama, khususnya di wilayah konflik, serta berpotensi memicu konflik antarumat beragama.
Ia pun mengimbau pihak-pihak yang mempersoalkan ceramah JK agar tidak memotong atau memelintir pernyataan tersebut. Menurutnya, saat ini Indonesia telah hidup dalam suasana kerukunan antarumat beragama.
Kepada kepolisian, Din juga meminta agar laporan tersebut dihentikan karena dinilai tidak berdasar dan dipicu video yang telah dipotong dan dipelintir. "Maka pesan kami, pesan saya, hentikan, tidak perlu maju karena jelas itu tidak beralasan, apalagi jika ada yang mengambil prakarsa, meng-upload video yang dipelintir itu, ini sebuah langkah yang berbahaya. Kepada umat Islam, umat Kristiani saya berpesan untuk dapat menahan diri, jangan terpengaruh penghasut, oleh provokator yang bersengaja mengadu domba di antara umat beragama di Indonesia ini," katanya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.