“Mereka adalah pihak dalam negosiasi gencatan senjata. Oleh karena itu, setiap tindakan yang melanggar gencatan senjata, baik melalui pencegatan kapal [di Selat Hormuz], penargetan Lebanon selatan oleh Israel, atau peristiwa lainnya, akan menyebabkan Amerika Serikat bertanggung jawab langsung atas eskalasi di kawasan tersebut.”
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyebut operasi terhadap Israel yang diberi nama “Nasr” atau kemenangan, menunjukkan “tingkat pencegahan baru dari Iran yang perkasa” dan membuat Israel “terpaksa memohon sekali lagi” untuk gencatan senjata. Di sisi lain, upaya diplomasi masih terus berlangsung di balik layar.
Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan di platform X bahwa Teheran masih “berada di meja perundingan”. Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan bahwa Iran dan AS, melalui Pakistan sebagai perantara, “menyampaikan dan bertukar pandangan” menuju kesepakatan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.