Ia mengenang kondisi Kiwirok pada masa lalu yang dikenal rawan akibat aksi kelompok bersenjata. Menurutnya, wilayah tersebut pernah mengalami serangan terhadap permukiman warga dan pos keamanan, serta pembakaran fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan.
"Bukan hanya itu, beberapa anggota kelompok separatis bersenjata tersebut dengan teganya memperkosa tenaga medis di puskesmas, sehingga warga memilih mengungsi meninggalkan rumah dan tanah kelahiran mereka di Distrik Kiwirok," ungkapnya.
Brigjen Riyanto menjelaskan, pendekatan humanis yang dilakukan seluruh personel Satgas TNI di bawah kendali Komando Operasi TNI Habema secara perlahan mampu menyentuh hati dan membangun simpati masyarakat, termasuk simpatisan dan anggota TPNPB-OPM.
Selain mengedepankan pendekatan kemanusiaan, TNI juga mendorong pembangunan wilayah guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Berbagai sektor, seperti pendidikan dan pelayanan kesehatan, mulai berjalan kembali dengan dukungan personel Satgas TNI bersama masyarakat setempat.
"Pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat mulai berjalan, di mana seluruh personel Satgas TNI bersama masyarakat berperan aktif dalam setiap upaya menggerakkan sekaligus mengakselerasi percepatan pembangunan di pelosok Papua," jelasnya.