Ia menjelaskan, perbedaan tingkat kepuasan antara Presiden dan Wakil Presiden merupakan salah satu temuan yang perlu dibaca secara proporsional. Menurutnya, angka tersebut menggambarkan bagaimana publik memberikan penilaian yang berbeda terhadap kinerja masing-masing figur dalam pemerintahan.
“Kalau kita lihat angkanya, memang terdapat gap antara tingkat kepuasan terhadap Presiden dan Wakil Presiden. Presiden berada di 57,6 persen, sementara Wakil Presiden 40,1 persen. Ini tentu menjadi bagian dari evaluasi terhadap persepsi publik atas kinerja pemerintahan,” kata Ali.
Temuan tersebut juga menjadi tantangan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memastikan koordinasi dan pembagian peran dapat berjalan semakin efektif. Menurutnya, kinerja pemerintahan pada akhirnya akan dinilai publik secara keseluruhan.
“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kinerja pemerintahan semakin efektif dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari kebijakan yang dijalankan. Karena pada akhirnya, publik tidak hanya melihat figur, tetapi juga hasil kerja pemerintahan secara keseluruhan,” ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.