Kini, perkara tersebut justru menyisakan pertanyaan yang lebih besar. Dari mana puluhan lembar SGD pecahan besar itu berasal dan siapa yang berada di balik peredarannya?
Yosia berharap penyelidikan tidak berhenti pada Steven ataupun 34 lembar uang yang saat ini menjadi perkara. Ia meminta aparat menelusuri asal-usul uang tersebut hingga pihak yang memproduksi dan mengedarkannya.
"Harapan kami penyelidikan dilakukan sampai tuntas. Harus diusut di mana uang palsu itu diproduksi dan siapa saja pengedarnya," katanya.
Menurut Yosia, masih terbuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam membawa atau menukarkan uang tersebut. Ia juga menduga jumlah uang yang beredar bisa saja lebih banyak daripada yang saat ini diketahui.
"Jangan sampai hanya berhenti pada 34 lembar ini. Bisa saja ada tangan-tangan lain yang digunakan dan ada jumlah lain yang lebih besar yang sudah ditukar atau akan ditukar," ujarnya.