Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Demo Tolak Netanyahu di New York, Ratusan Orang Ditangkap 

Awaludin , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |13:05 WIB
Demo Tolak Netanyahu di New York, Ratusan Orang Ditangkap 
Polisi menangkap para demonstran saat mereka memblokir jalan di luar markas besar PBB (foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Lebih dari 100 orang ditangkap dalam rangkaian aksi demonstrasi menentang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York, Amerika Serikat. Aksi digelar ketika Netanyahu menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin dunia dalam Sidang Umum PBB, Kamis (24/9/2026).

Para demonstran memblokir sejumlah ruas jalan dan bergerak menuju markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah Israel di Gaza serta dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel.

Menurut Jewish Voice for Peace (JVP), lebih dari 400 orang, termasuk aktivis, penyelenggara, politisi, dan sejumlah selebritas, mengikuti aksi duduk di sekitar markas PBB pada Kamis pagi.

Aksi tersebut memblokir sebagian First Avenue menjelang Netanyahu menyampaikan pidatonya. Demonstrasi itu digelar JVP bersama NYC-Democratic Socialists of America (NYC-DSA).

“Saya lahir dan besar di New York City, dan kehadiran Benjamin Netanyahu di sini adalah penghinaan total,” kata salah seorang peserta aksi bernama Jose, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/9/2026).

 

Selain aksi duduk, ribuan demonstran juga menggelar aksi terpisah dengan berjalan menuju markas PBB. Demonstrasi tersebut diselenggarakan Gerakan Pemuda Palestina dan Forum Rakyat.

Penyelenggara aksi mengatakan demonstrasi digelar untuk menarik perhatian terhadap peran Amerika Serikat dan sejumlah institusi di New York dalam dukungan terhadap Israel.

Sehari sebelumnya, NYC-DSA juga menggelar konferensi pers di Bandara Internasional John F Kennedy. Mereka menyerukan penghentian pengiriman kargo militer dan bahan peledak melalui bandara serta meminta transparansi terkait pengiriman bantuan militer ke Israel.

“Kami melihat Trump dan Netanyahu menggunakan Majelis Umum PBB sebagai mimbar untuk menyuarakan visi mereka tentang dunia,” kata Nas Issa, anggota Gerakan Pemuda Palestina dan aktivis dalam demonstrasi JVP.

Netanyahu Bela Kebijakan Israel

Di tengah aksi demonstrasi tersebut, Netanyahu tetap menyampaikan pidatonya di hadapan Sidang Umum PBB.

Dalam pidatonya, Netanyahu menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Dia menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan dan mengatakan pemerintah Israel telah mengambil langkah untuk melindungi warga sipil Palestina.

Netanyahu juga mengkritik Wali Kota New York Zohran Mamdani. Dia menuduh Mamdani bersikap anti-Semit dan menyebarkan informasi yang dianggapnya tidak benar mengenai Israel.

 

Netanyahu juga mengklaim banyak warga Yahudi tidak lagi merasa aman di New York sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota.

Mamdani kemudian membantah pernyataan tersebut. Dia menuduh Netanyahu menggunakan klaim yang tidak berdasar untuk mengalihkan perhatian dari situasi di Gaza.

Mamdani sebelumnya berjanji dalam kampanye politiknya akan menangkap Netanyahu apabila perdana menteri Israel tersebut datang ke New York. Namun, setelah terpilih, Mamdani mengakui bahwa kewenangan untuk melakukan penangkapan bukan berada di tangannya.

Bagi para demonstran, kehadiran Netanyahu di New York menjadi momentum untuk menyampaikan tuntutan mereka di sekitar markas PBB. Mereka menyerukan agar para pemimpin internasional dan pemerintah AS mengambil langkah terkait konflik di Gaza.

“Aksi ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada para pemimpin dunia dan pemerintah Amerika Serikat terkait Gaza,” kata Taher Dahleh, salah seorang penyelenggara Gerakan Pemuda Palestina.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement