Dalam kesempatan itu, kuasa hukum Dokter Tifa, saksi, dan JPU maju ke depan meja majelis hakim untuk menggali bukti unggahan Dian Sandi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah orang yang terlihat dalam foto ijazah tersebut merupakan orang yang sama dengan foto pembanding.
"Saya tanya, kan Anda melihat. Kan saksi melihat apa yang ini kan sudah melihat nih fotonya. Yang berkacamata, berkumis, rambut gondrong di sini tidak berkacamata, tidak berkumis, rambutnya sudah botak. Sama tidak menurut saksi? Nggak, ini bertanya," tanya tim hukum Dokter Tifa.
"Yang saya ketahui bahwasanya sama, karena ini kan atas nama Pak Joko Widodo," kata saksi.
"Bukan, saya tanya, ini orang berkumis, ini tidak berkumis, tahu tidak," ucap kuasa hukum Dokter Tifa.
Tim hukum kembali menegaskan kepada saksi mengenai foto ijazah yang diunggah Dian Sandi, apakah sama dengan foto pembanding. Bagi kuasa hukum, pertanyaan tersebut sangat mudah karena hanya meminta saksi menjawab apakah kedua foto tersebut berbeda atau tidak.
"Ini pertanyaannya lebih mudah dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, Saudara Saksi," tanya tim hukum Dokter Tifa.