Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Paedofil dan Penculikan Anak Dapat Bimbingan Psikologis dari Kementerian PPPA

Muhamad Rizky , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2020 |16:44 WIB
Korban Paedofil dan Penculikan Anak Dapat Bimbingan Psikologis dari Kementerian PPPA
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Polri menjalin kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terkait pengungkapan kasus paedofil dan penculikan anak di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol mengatakan, bimbingan tersebut untuk memastikan agar anak-anak yang menjadi korban tak terganggu psikologisnya.

"Kita kerjasama dengan Kementerian akan melakukan pembimbingan psikologis terhadap anak dan penyidikan akan kami laksanakan," kata Reinhard saat siaran pers yang di siarkan langsung di akun youtube Tribrata Tv Humas Polri, Rabu (13/5/2020).

Reinhard meminta agar setiap orang tua memerhatikan anak-anaknya saat dirumah. Ia juga mengimbau untuk tidak mudah percaya dengan orang baru dikenal.

Selain itu orang tua juga diminta untuk selalu memperhatikan anak-anak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya medsos menjadi salah satu peluang pelaku untuk mengambil keuntungan.

"Kami imbau orang tua memperhatikan anak dalam bermedsos karena dari postingan itu anak-anak menjadi rentan terhadap target pelaku kejahatan anak atau pedofil ini. Tolong di perhatikan," jelasnya.

Baca Juga : Paedofil Anak di Bekasi Culik Korbannya Selama 4 Tahun

Diketahui sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap pelaku kasus pedofil dan penculikan anak berinisial JP (48), pada Selasa 12 Mei 2020, kemarin.

Dalam pengungkapan kasus ini polisi menemukan dua anak yang menjadi korban penculikan yakni RTH alias GPSNC (12 ) dan JNF (13) di rumah kontrakan di Jalan Depan Sentra Grosir Cikarang, Bekasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement