Hong Kong Mendakwa 47 Aktivis Aksi Demo UU Keamanan Baru

Susi Susanti, Koran SI · Senin 01 Maret 2021 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 01 18 2370023 hong-kong-tuntut-47-aktivis-aksi-demo-uu-keamanan-baru-jdUBo1jNdQ.jpg Polisi mendakwa 47 aktivis Hong Kong (Foto: Reuters)

HONG KONGPolisi menuntut 47 aktivis atas tuduhan subversi terkait aksi demonstrasi menentang undang-undang keamanan yang kontroversial.

Ke-47 orang di antara 55 orang yang ditangkap dalam penggerebekan fajar bulan lalu itu diperintahkan untuk melapor ke kantor polisi untuk penahanan menjelang persidangan pada Senin (1/3).

“Polisi sore ini mendakwa 47 orang dengan satu tuduhan persekongkolan untuk melakukan subversi,” terang Polisi Hong Kong dalam sebuah pernyataan.

39 pria dan delapan wanita, berusia antara 23 tahun dan 64 tahun dijadwalkan hadir di Pengadilan Kowloon Barat pada Senin (1/3).

Mereka adalah beberapa juru kampanye demokrasi paling terkenal di wilayah itu. Termasuk diantaranya para veteran seperti Benny Tai dan Leung Kwok-hung, dan pengunjuk rasa yang lebih muda seperti Gwyneth Ho, Sam Cheung dan Lester Shum.

“Demokrasi bukanlah anugerah dari surga. Itu harus didapatkan oleh banyak orang dengan kemauan yang kuat,” ujar Jimmy Sham, 33, salah satu aktivis.

(Baca juga: Dokter Ini Ikuti Persidangan via Zoom Sambil Operasi Pasien, Hakim Kritik Tidak Pantas)

"Kami akan tetap kuat dan berjuang untuk apa yang kami inginkan,” terangnya.

"Saya harap semua orang dapat menemukan jalan mereka menuju ketenangan pikiran dan kemudian maju terus dengan kemauan yang tak tergoyahkan,” tulis postingan Gwyneth Ho sebelum menyerahkan diri.

“Saya harap semua orang tidak menyerah pada Hong Kong ... berjuang terus,” ujar Sam Cheung.

Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup maksimal. Salah satu aktivis Benny Tai mengatakan peluangnya "tidak terlalu besar".

Mereka yang diperintahkan untuk melapor ke polisi adalah para aktivis pro-demokrasi yang telah membantu menjalankan pemilihan "primer" tidak resmi Juni lalu untuk memilih kandidat oposisi untuk pemilihan legislatif 2020, yang kemudian ditunda.

(Baca juga: Tragis, Bocah 11 Tahun Temukan Orangtuanya Meninggal di Tempat Tidur Akibat Covid-19)

Sekitar 100 orang sejauh ini telah ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan. Termasuk kritikus terkemuka China dan taipan media Jimmy Lai, yang tidak diberi jaminan dan ditahan menunggu persidangan.

Seperti diketahui Beijing menegakkan hukum yang mengkriminalisasi tindakan "subversif" tahun lalu, dengan mengatakan hal itu diperlukan untuk membawa stabilitas.

Para kritikus mengatakan hal itu telah membungkam perbedaan pendapat dan mencabut otonomi Hong Kong.

Undang-undang tersebut mulai berlaku setelah serangkaian protes massa pro-demokrasi pada tahun 2019, beberapa di antaranya berubah menjadi aksi kekerasan.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengutuk langkah itu sebagai "hal yang sangat mengganggu".

Amnesty International mengatakan penggerebekan Januari yang menahan 55 orang itu adalah "demonstrasi paling mencolok tentang bagaimana undang-undang keamanan nasional telah dipersenjatai untuk menghukum siapa pun yang berani menentang pendirian".

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini