Share

Kapal Penelitian China Berlabuh di Sri Lanka, Dituduh Kapal 'Mata-Mata'

Susi Susanti, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 18 2648823 kapal-penelitian-china-berlabuh-di-sri-lanka-dituduh-kapal-mata-mata-in94RwZYdv.jpg Kapal penelitian China berlabuh di Sri Lanka (Foto: AFP)

SRI LANKA - Sebuah kapal penelitian China telah berlabuh di pelabuhan Hambantota Sri Lanka meskipun ada kekhawatiran India.

Pejabat pelabuhan mengatakan Yuan Wang 5 diberi izin untuk berlabuh dengan syarat tidak akan melakukan penelitian selama berada di perairan Sri Lanka.

Laporan media mengatakan India sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan bahwa kapal itu akan digunakan untuk memata-matai kegiatannya.

Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan kapal itu akan diizinkan untuk tetap berada di pelabuhan yang dikelola China hingga 22 Agustus mendatang.

Baca juga: Tekanan Nyata, Jepang Melacak 8 Kapal Perang Rusia dan China di Dekat Wilayahnya

Dikutip Reuters, pengamat keamanan asing menggambarkan Yuan Wang 5 sebagai salah satu kapal pelacak ruang angkasa generasi terbaru China, yang digunakan untuk memantau peluncuran satelit, roket, dan rudal balistik antarbenua.

Baca juga: Pamer Kekuatan Militer di Dekat Taiwan, China Angkat Bicara

Beberapa laporan media India menggambarkannya sebagai "kapal mata-mata penggunaan ganda". Situs web analitik pengiriman menyebutnya sebagai kapal penelitian dan survei.

Satu laporan oleh situs berita India NDTV mengatakan New Delhi khawatir tentang "kemungkinan sistem pelacakan kapal mencoba mengintai instalasi India saat dalam perjalanan ke Sri Lanka".

Sebelumnya pada Juli lalu, seorang juru bicara kementerian luar negeri India mengatakan pemerintah sedang memantau rencana kunjungan kapal itu, menambahkan bahwa New Delhi akan melindungi keamanan dan kepentingan ekonominya.

Menurut laporan Reuters, India telah mengajukan protes lisan kepada pemerintah Sri Lanka terhadap kunjungan kapal tersebut.

Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri Sri Lanka meminta China untuk menunda kunjungan pelabuhan kapal tersebut, dengan mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan "konsultasi lebih lanjut".

China menanggapi dengan mengatakan "sama sekali tidak dapat dibenarkan bagi negara-negara tertentu untuk mengutip apa yang disebut 'masalah keamanan' untuk menekan Sri Lanka" - meskipun tidak menyebutkan nama negara tertentu. Sri Lanka kemudian mengumumkan bahwa kapal itu akan diberi izin untuk berlabuh.

Kekhawatiran India datang di tengah meningkatnya pengaruh Beijing di Sri Lanka - yang saat ini berada dalam krisis ekonomi yang parah.

Seperti diketahui, Beijing telah meminjamkan miliaran dolar ke negara itu sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan untuk membangun infrastruktur di Asia. Namun, tidak semua dana itu menguntungkan Sri Lanka.

Misalnya pada 2017, China Merchants Port Holdings mengambil saham mayoritas dengan sewa 99 tahun di pelabuhan Hambantota - tempat Yuan Wang 5 saat ini berlabuh - setelah Kolombo berjuang untuk membayar utang yang dikeluarkan untuk membangunnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini