Share

Protes Terus Memanas Usai Wanita Iran Meninggal di Tahanan Akibat Penertiban Aturan Jilbab

Susi Susanti, Okezone · Selasa 20 September 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 18 2671397 protes-terus-memanas-usai-wanita-iran-meninggal-di-tahanan-akibat-penertiban-aturan-jilbab-tcDrFiTZf6.jpg Wanita di Iran meninggal di tahanan polisi saat ditangkap penertiban jilbab yang ketat di Iran (Foto: Reuters)

IRAN - Sejumlah protes masih berlanjut hingga Minggu (18/9/2022) akibat kematian perempuan muda Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral yang menegakkan peraturan jilbab yang ketat.

Tagar #MahsaAmini masih menjadi trending di Twitter berbahasa Persia di tengah kemarahan warga Iran akan kematian Amini,

Amini, 22, diketahui mengalami koma dan kemudian meninggal pada Jumat (16/9/2022) setelah ditangkap di Teheran awal pekan ini dalam penertiban aturan berhijab. Kasusnya menyoroti perhatian pada hak-hak perempuan di Iran.

Baca juga: Abaikan Berbagai Kecaman, Wanita Arab Berjilbab Ini Tak Pernah Gentar Bermain Sirkus dan Akrobat

Dikutip VOA, menurut video-video yang tersebar online, ratusan demonstran berkumpul pada Minggu (18/9/2022) di sekitar Universitas Teheran, meneriakkan "Perempuan, Kehidupan, Kebebasan."

Baca juga: Dilarang Masuk Kelas, 6 Siswa Ini Perjuangkan Hak Memakai Jilbab di Perguruan Tinggi

Tangkapan layar rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan para perempuan di Saghez, Iran, membuka hijab mereka untuk memprotes meninggalnya Amini. Reuters belum bisa memverifikasi video itu.

"Pihak berwenang mengatakan putri saya mengalami kondisi medis kronis. Saya pribadi membantah klaim-klaim itu karena putri saya fit dan tak punya masalah kesehatan," kata ayah Amini kepada situs berita Emtedad yang pro-reformasi pada Minggu (18/9/2022).

Polisi pun menolak kecurigaan yang dilayangkan para pengguna internet di Iran yang menuduh bahwa Amini tewas karena disiksa. Polisi mengatakan Amini jatuh sakit dan terkena serangan jantung mendadak saat sedang menunggu di fasilitas ‘dididik’ bersama tahanan perempuan lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hukum syariah di Iran, yang diberlakukan setelah revolusi 1979, perempuan wajib menutupi rambut mereka dan mengenakan busana longgar yang menutupi seluruh tubuh mereka.

Pelanggarnya terancam ditegur, didenda atau ditangkap. Tapi dalam beberapa bulan belakangan, para aktivis mendesak para perempuan untuk melepas jilbab di tengah penindakan keras pemerintah terhadap "perilaku yang tak bermoral itu."

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini