Pada suatu kesempatan, setelah menolak untuk bekerja sama dengan kerja paksa, para penjaga mendorong tahanan kriminal untuk memukulinya. Ia terluka parah sehingga membutuhkan perawatan medis. Seorang dokter yang terkejut dilaporkan merawat lukanya.
Bertekad untuk mengungkap penyiksaan tersebut, Zhang secara diam-diam menulis catatan rinci tentang pengalamannya dan menyelundupkannya keluar.
Surat itu diverifikasi oleh kerabat dan kemudian diterbitkan oleh aktivis hak asasi manusia. Kisahnya dimuat di Minghui.org, sebuah organisasi yang berbasis di AS yang mendokumentasikan penganiayaan Falun Gong.
Tekanan internasional pun menyusul. Panggilan telepon membanjiri kamp kerja paksa dari para aktivis luar negeri. Pihak berwenang mengganti kepemimpinan kamp, dan meskipun hukuman Zhang diperpanjang, penyiksaan paling berat dilaporkan telah berhenti.
Ia dibebaskan pada Oktober 2005.
Zhang tiba di Amerika Serikat (AS) pada 2017. Sejak itu, ia telah berbagi kesaksiannya di forum publik, mendesak warga Amerika untuk menyadari apa yang ia gambarkan sebagai kampanye pengaruh global Beijing yang semakin meluas.