Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Menhan Laporkan Situasi Nasional hingga Tugas TNI

Felldy Utama , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |17:40 WIB
Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Menhan Laporkan Situasi Nasional hingga Tugas TNI
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap sejumlah hal yang dibahas saat dirinya dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu 25 Januari 2026.

Sjafrie mengatakan, dalam pertemuan tersebut ia tidak datang sendiri. Ia bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra untuk melaporkan kondisi nasional selama Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke luar negeri.

“Beliau meminta laporan situasi pada saat beliau meninggalkan Tanah Air,” ujar Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Dalam laporannya, Sjafrie menyampaikan bahwa situasi nasional selama Presiden berada di luar negeri terpantau aman, stabil, dan terkendali.

“Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi, tidak ada gangguan terhadap stabilitas nasional selama beliau meninggalkan Tanah Air,” jelasnya.

 

Selain kondisi keamanan, Menhan juga melaporkan pelaksanaan tugas TNI melalui Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang bertugas melakukan pendalaman sedimentasi dari muara hingga hulu Sungai Tamiang. Satgas tersebut telah berjalan sejak 14 Januari 2026.

“Pada bulan Februari nanti, lumpur yang berada di muara akan disedot ke tongkang, kemudian disimpan dan dilakukan pengecekan kadar lumpur, apakah ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus,” ujarnya.

Sjafrie juga menyampaikan laporan terkait tugas-tugas dinamis TNI Angkatan Darat melalui Satgas Jembatan, yang bertujuan mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga memberikan arahan kepada TNI dan Kementerian Pertahanan terkait pengelolaan anggaran negara.

“Beliau meminta efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran yang diberikan negara kepada TNI, serta penegakan hukum bagi pihak-pihak yang melakukan penyimpangan dan penyelewengan,” tegas Sjafrie.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement