Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkuak! Ribuan Prajurit TNI yang Dikirim ke Gaza Ternyata Bukan Pasukan Tempur

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |17:16 WIB
Terkuak! Ribuan Prajurit TNI yang Dikirim ke Gaza Ternyata Bukan Pasukan Tempur
Ribuan Prajurit TNI yang Dikirim ke Gaza Ternyata Bukan Pasukan Tempur
A
A
A

JAKARTA - Rencana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza merupakan misi kemanusiaan dan penjaga perdamaian. Prajurit TNI yang dikirim ke Gaza bukanlah pasukan tempur.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

“Kehadiran TNI bukan untuk menjadi pihak yang berkonflik. Yang kita kirim bukan kekuatan tempur, melainkan pesan kemanusiaan dan tanggung jawab global,” ujar Amelia.

Ia mengingatkan, Indonesia memiliki rekam jejak panjang dalam operasi penjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Profesionalisme prajurit TNI, kata dia, telah teruji dalam berbagai misi internasional dan menjadi modal penting apabila Indonesia kembali diminta berkontribusi.

Meski begitu, Amelia memahami adanya kekhawatiran publik terkait potensi benturan dengan aktor konflik di Gaza, termasuk Hamas. Untuk itu, ia menekankan bahwa mandat dan mekanisme penempatan harus dirancang secara sangat ketat.

“Pasukan TNI tidak boleh ditempatkan sebagai pihak yang berhadapan dengan salah satu aktor konflik. Peran mereka harus jelas sebagai penjamin keamanan distribusi bantuan kemanusiaan, pelindung warga sipil, dan pengawas kesepakatan gencatan senjata jika ada,” ujarnya.

 

Menurutnya, rencana penempatan hingga 8.000 personel harus bersifat terukur dan berbasis zona netral. Lokasi penugasan, kata dia, perlu difokuskan pada pengamanan fasilitas kesehatan, kamp pengungsi, serta koridor logistik kemanusiaan.

Selain itu, Rules of Engagement (RoE) harus bersifat defensif dan mengikuti standar operasi penjaga perdamaian internasional. Koordinasi melalui mekanisme resmi PBB menjadi kunci untuk mencegah miskomunikasi maupun eskalasi situasi di lapangan.

“Selama seluruh prasyarat hukum internasional terpenuhi, mandatnya sah, dan ada jaminan keamanan bagi prajurit kita, kontribusi TNI justru akan mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement