"Bagaimana beliau yang sudah pensiun, sudah ingin apa memberi jarak dengan persoalan politik, dia ingin hidup dengan keluarganya tapi masih diseret-seret sampai hari ini gitu ya, yang tadinya beliau ingin selesai, ternyata diserang bertubi-tubi bahkan sampai hari ini pun juga menuju ke anak-anaknya," ucapnya.
"Kan bagaimanapun pertanyaan dia adalah, 'Apakah memang saya enggak punya privacy? Apakah saya tidak boleh menjaga nama baik saya? Apakah betul sebagai mantan pejabat seumur hidupnya harus terima terus fitnahan dan tidak bisa membela dirinya, ini semua biar nanti dijawab bagaimana terkoyaknya perasaan beliau,'" imbuhnya.
Ia menambahkan, Jokowi juga keberatan ketika polemik ijazah ini turut menyeret pihak-pihak lain, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga kementerian yang membidangi pendidikan. Bahkan, makam orangtuanya juga didatangi pihak-pihak yang menduga ijazah Jokowi palsu.
"Sampai bercandanya beliau juga bukan bercanda, ini keluhan, 'Apa salahnya juga orangtua saya sampai kuburannya didatangi?' Beliau pernah menyatakan itu langsung ke saya," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.