Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK OTT di BNPB, Anggota Puspom TNI Turun Tangan, Ada Apa?

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |15:16 WIB
KPK OTT di BNPB, Anggota Puspom TNI Turun Tangan, Ada Apa?
Kapuspen TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sejumlah anggota Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI turut mengawal penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat mendatangi Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10/2026) malam.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan, pengawalan tersebut dilakukan atas permintaan pimpinan KPK sebagai bagian dari kerja sama pengamanan antara kedua lembaga.

“Keberadaan personel Puspom TNI sebagai bentuk kerja sama pengamanan, atas permintaan dari Ketua KPK kepada Danpuspom TNI,” kata Nas, Rabu (14/10/2026).

Nas menambahkan, personel Puspom TNI dikerahkan untuk mengawal penyidik KPK yang tengah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

“Untuk mengamankan personel penyidik KPK maupun lokasi yang didatangi,” ujarnya.

Sebelumnya, KPK menangkap 14 orang dalam OTT di lingkungan BNPB. Salah satu pihak yang diamankan adalah Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian.

 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihak-pihak yang diamankan terdiri atas Sestama BNPB, pejabat pembuat komitmen (PPK), serta sejumlah pihak lain, termasuk dari unsur swasta.

“Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata Budi kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Dalam operasi tersebut, KPK turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara, mulai dari uang tunai hingga logam mulia. Nilai awal uang tunai yang diamankan diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.

“Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.

“Bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” ucapnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement